Inflasi Palopo 0,82 Persen, Dipicu Harga cabai – FAJAR sulsel
News

Inflasi Palopo 0,82 Persen, Dipicu Harga cabai

*Halim : Penyuluh Pertanian harus Punya Inisiatif

PALOPO–Kenaikan harga cabai rawit yang terjadi pada Januari lalu dengan harga Rp80 ribu hingga Rp100 ribu perkilo memicu inflasi sebesar 0,82 persen.

Hal itu terlihat pada pencatatan Indeks Harga Konsumen Badan Pusat Statistik Kota Palopo untuk bulan Januari. Dari kelompok pengeluaran, Bahan makanan tertinggi menyumbang inflasi yakni sebesar 1,21 persen, disusul Kelompok pengeluaran Transpor, Komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,03 persen sehingga mencatat inflasi umum sebesar 0,82 persen.

Sementara kelompok pengeluaran lainnya seperti Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,30 persen, Perumahan, Air, Litrik, Gas dan Bahan Bakar menyumbag inflasi 0,91 persen, Sandang 0,52 persen, Kesehatan 0,32 persen serta pendidikan Rekreasi dan olahraga yang menyumbang inflasi 0,30 persen.

Kepala Seksi Statistik, BPS Kota Palopo, Christin Ningrum kepada Palopo Pos, Jumat pekan kemarin mengatakan tingginya inflasi terhadap pencatatan di kelompok pengeluaran karna melonjaknya harga cabai rawit pada bulan januari lalu. “Inflasi Palopo sebesar 0,82 persen ini karna harga cabai rawit melonjak naik,” ucapnya. Jika dibandingkan dengan desember lalu inflasi palopo tercatat 0,27 persen

Ia juga menggambarkan, terjadi ketidakstabilan harga cabai rawit pada januari lalu. Misalnya Minggu pertama harga cabai rawit sebesar Rp80 ribu ditingkat pedagang dan Rp100 ribu ditingkat pengecer, lalu minggu kedua turun lagi Rp60 ribu lalu naik menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Kelompok pengeluaran Transpor, Komunikasi dan jasa keuangan juga dikatakannya turut menyumbang inflasi yang juga cukup besar. Dengan naiknya tarif STNK, tarif listrik dan pulsa.

Meski demikian, inflasi yang terjadi di Kota Palopo masih terhitung rendah jika dibandingkan dengan daerah penghitung inflasi di Sulawesi Selatan seperti Bone yang mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,5 Persen, Kota Makassar, 1,14 Persen, Bulukumba, 0,99 persen, Pare-pare 0,93 persen dan Kota Palopo sebesar 0,82 persen. Sementara inflasi Provinsi sebesar 1,12 persen dan Nasional 0,97 persen.

Menurut Rafika, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andi Djemma, inflasi yang tinggi saat ini memang sangat sulit dihindari. “Pasokan cabai memang kurang serta terjadinya gagal panen di sejumlah daerah penyuplai sehingga menyumbang inflasi yang cukup tinggi,” katanya.

Melihat kondisi ini penting bagi Pemerintah melalui kebijakan dengan mengajak masyarakat menanam cabai. “Ini kan memberikan peluang bagi para petani, dengan harga saat ini tentu memberikan keuntungan yang berlipat dan juga menekan inflasi, apalagi jika masyarakat turut menaman di sekitar pekarangan rumah mereka” ujar Halim Palatte Pengamat Ekonomi di Kota Palopo saat dihubungi, sore kemarin. Yang memiliki peran penting disini adalah penyuluh pertanian. “Mereka harus memberi inisiatif untuk mengajak masyarakat. Paling tidak untuk konsumsi sehari hari mereka dengan memanfaatkan pekarangan,” ucapnya. (ald)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top