Kunjungi Penderita Hidrocepalus, Wabup Trenyuh – FAJAR sulsel
News

Kunjungi Penderita Hidrocepalus, Wabup Trenyuh

BELOPA — Usai mengunjungi penderita Hidrosefalus pekan lalu, Wakil Bupati Luwu, Amru Saher meminta agar Dinas Kesehatan intens melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya penderita Hidrosepalus lainnya di Kabupaten Luwu.

“Harus intens melakukan pemantauan, jangan sampai ada kejadian serupa yang terjadi. Harus didteksi sejak dini jangan kejadiannya nanti parah baru dilakukan penanganan. Hal ini sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan,” ujar Wabup Luwu, Amru Saher kepada Palopo Pos, Minggu 5 Februari 2017.

Pekan lalu, Wakil Bupati Luwu, Amru Saher mengunjungi Desa Padang Lambe Kecamatan Suli. Di desa tersebut, terdapat bayi berusia 6 bulan dari suami isteri, Yusri dan Lisna, orang tua Ahmad Romansa, bayi yang baru berumur 6 bulan, anak terakhir dari empat bersaudara, bayi yang menderita penyakit Hidrosepalus sejak lahir, bayi yang menderita penumpukan cairan di dalam otak sehingga membuatnya tumbuh terlihat kurang normal dengan bentuk kepala membengkak.

Amru Saher mengunjungi rumah penderita itu bersama dengan Kadis Kesehatan, dr Suharkimin Sumar. Wabup sendiri trenyuh saat menuju kediaman Yusri. Didapatinya rumah yang hanya terbuat dari kayu dengan dinding rumah yang banyak bocor.

Di hadapan Wakil Bupati Luwu, orangtua tersebut, Lisna menjelaskan anaknya baru berumur 6 bulan. Usia satu bulan penyakit hidrosefalus yang diderita anaknya belum menunjukan tanda-tanda pada usia tersebut. Menjelang dua bulan, barulah ada keanehan yang muncuk di kepala anaknya.

“Kepalanya terlihat membesar, dia juga rewel, tidak seperti anak pada umumnya,” cerita ibunya.
Melihat tidak ada perubahan, malah kepala Ahmad Romansa makin membesar, diapun membawa anaknya ke Puskesmas Suli. Awalnya dia mengaku terkendala ekonomi untuk memeriksakan anaknya, pekerjaan sebagau buruh bagunan terasa sulit melakukan pengobatan dengan biaya besar.

“Awalnya kami tidak punya BPJS Kesehatan agar bisa berobat gratis, namun kami mencoba mengurus BPJS Kesehatan jalur mandiri, sampai sekarang itu yang kami gunakan berobat,” ujarnya. Setelah mendapat pemeriksaan dokter di Puskesmas Suli, dokter akhirnya menyarankan untuk dilakukan perawatan lanjutan di rumah sakit, keluarga Yusri dan Lisna memilih berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Kota Palopo.

Sementara itu, Kadis Kesehatan, dr Suharkimin, terus membujuk ibu kandung Ahmad, agar bersedia membawa anaknya ke rumah sakit untuk dioperasi. Jika dibiarkan seperti itu, kondisinya pasti akan terus memburuk, tempurung kepalany akan terus membesar dan otak menciut.

“Dengan izin Allah, anak ini bisa tertolong jika saja orang tuanya bersedia dilakukan operasi,” kata Suharkimin.(fan/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top