Medsos Ancaman Baru Profesionalisme Wartawan – FAJAR sulsel
News

Medsos Ancaman Baru Profesionalisme Wartawan

Dari Pelatihan HPN di Ambon

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat kerjasama dengan PT Pertamina (Persero Tbk) menggelar pelatihan Peningkatan Profesionalisme Wartawan di Hotel The Natsepa, Ambon, Minggu (5/2/17), kemarin.

Kegiatan tersebut seraingkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Inti dari pelatihan yakni bahaya pergerakan Media Sosial (Medsos). Medsos dianggap dapat mengubah cara kerja wartawan. Sehingga, profesionalisme wartawan dengan sendirinya bisa hilang.

Laporan: Mas Jaya dari Ambon

Pelatihan yang digelar sehari menghadirikan pembicara yakni perwakilan PWI Pusat yang juga Ketua Mapilu, Agus Sudibyo, Nurjaman dan Nico wattimena, PT Pertamina, Harry Susanto.

Pelatihan diikuti wartawan dari lima privinsi. Yakni Provinsi Sulsel, Provinsi Maluku Utara, Papua Barat dan Ambon serta Provinsi Papua Jaya Pura.

Agus Sudibyo mengatakan, pelatihan ini digelar dalam rangka Hari Per Nasional (HPN) yang puncaknya jatuh, 9 Februari mendatang.

“Kegiatan ini digelar dalam rangka HPN. Ini digelar bagaimana wartawan bisa lebih meningkatkan profesionalismenya, ” kata Agus saat menyampaikan materinya, kemarin.

Lebih jauh Agus menuturkan, politik saat ini semakin terpuruk. Karena saat ini banyak pemilik media yang terjung berpolitik. Hal itu bukan hanya terjadi di Jakarta, melainkan di kota-kota lainnya di Indonesia.

“Di daerah lain juga demikian. Ini bukan hanya menjadi permasalahan pada pemilik media. Namun juga pada wartawannya. Bisa saja wartawan di media menjadi tim sukses, baik secara langsung maupun sembunyi-sembunyi, ” tuturnya.

Alasan lainnya kegiatan tersebut digelar, mengingat sosial media yang begitu mengglobal. Saat ini jelas dia, media sosial dapat mengubah cara kerja wartawan. Sehingga, profesionalisme wartawan dengan sendirinya bisa hilang.

“Saat ini kehadiran media sosial, membuat wartawan dinina bobokkan. Wartawan lebih mudah untuk konfirmasi berita ke narasumber. Padahal, biar lebih aktual upayakan temui narasumber, ” jelasnya.

Agus menerangkan, lebih mudahnya mengakses medsos, bisa berdampak positif dan negatif kepada semua orang. Khusus negatifnya, banyak orang-orang yang menjadikan medsos itu sebagai wadah menyebar luaskan unformasi bersifat mencemarkan nama dan Sara.

“Begitupula dengan wartawan. Mereka harus berhati-hati menyebar luaskan berita melalui medsos. Jangan sampai melanggar undang- undang ITE”, harapnya.

Sementara itu Nurjaman menambahkan, media ada beberapa yang harus diperhatikan. Karena saat ini, banyak media. Baik media konvensional maupun media sosial.

“Ada beberapa yang perlu diperhatikan tentang media. Mulai jadi jenis media itu seperti apa dan bagaimana model publikasinya, ” tambahnya. (**)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top