Partisipasi Politik Perempuan Dinilai Minim – FAJAR sulsel
News

Partisipasi Politik Perempuan Dinilai Minim

1394115513

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Partisipasi politik perempuan untuk mencalonkan diri di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bone minim. Bahkan sejumlah kalangan memprediksi tak ada calon bupati maupun wakil bupati dari kalangan perempuan yang bertarung di Pilkada Bone.

Praktisi politik, Rahman Arif menilai, peningkatan angka keterwakilan perempuan masih menjadi agenda prioritas pada penyusunan regulasi pemilu. Rahman mengungkapkan data itu bisa jadi acuan bagi pembentuk undang-undang supaya mendorong tingkat partisipasi politik perempuan.

“Maka harus disediakan terobosan berupa insentif bagi partai untuk berani mencalonkan kader perempuannya. Tapi itu tadi, figur yang dicalonkan harus memiliki elektabilitas yang kuat,” ungkapnya.
“Pertanyaannya, apakah di Bone ada figur perempuan yang mampu dan bisa bersaing di pilkada. Ini yang harus menjadi perhatian dan kajian kita bersama,” terangnya.

Rahman mengumpamakan sebagai perbandingan, negara Prancis dan Georgia menerapkan insentif dan disinsentif bagi parpol yang patuh maupun mengesampingkan syarat komposisi keterwakilan perempuan sebesar 30%.
“Perancis dan Georgia menerapkan pengurangan subsidi dana parpol bagi yang tidak memenuhi syarat partisipasi perempuan,” pungkasnya.

Bagi Rahman, payung regulasi harus menjamin kesetaraan antara laki laki dan perempuan sejak proses kompetisi di internal partai. “Dengan begitu ada kompetisi yang sama. Perempuan itu kebanyakan kalah karena bertarungnya dua kali. Sudah kalah populer di internal partainya sendiri, lalu ketika mencari dukungan koalisi dia enggak dapat tempat,” ujarnya mengamati.

RADAR BONE

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top