Ancam Investasi Smelter Sulsel – FAJAR sulsel
News

Ancam Investasi Smelter Sulsel

Relaksasi Ekspor Mineral Mentah

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Kebijakan relaksasi ekspor mineral mentah yang diterapkan pemerintah pusat mengancam investasi smelter di Provinsi Sulsel.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Syamsul Bachri mengatakan, kebijakan tersebut tertuang dalam Permen ESDM No.5 Tahun 2017 dan Permen ESDM No.6 Tahun 2017. Dia menilai kebijakan relaksasi ekspor mineral mentah ini hampir pasti akan berpengaruh negatif terhadap investasi pembangunan smelter nikel di Sulsel, khususnya di Kabupaten Bantaeng.

“Kalau ekspor bahan mentah kembali diperbolehkan, maka smelter yang di Bantaeng itu dapat bahan bakunya bagaimana?,” katanya, kemarin.

Sementara itu, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, secara tegas menyampaikan kritik atas kebijakan pemerintah pusat terkait relaksasi ekspor mineral mentah.

“Saya yakin (kebijakan itu) kalau digugat ke Mahkamah Konstitusi, pasti dibatalkan. Karena kebijakan itu bertentangan dengan Undang-undang,” tandasnya.

Nurdin pun menyayangkan kebijakan tersebut, apalagi saat ini tengah mulai banyak dilakukan pembangunn smelter. “Kami berharap pemerintah memikirkan kembali kebijakan ini,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan tahap uji coba pengoperasian smelter nikel di Kabupaten Bantaeng, pada Mei mendatang. Uji coba pengoperasian smelter nikel ini, kata dia, akan mulai dilakukan oleh PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia. “Mei ‘commissioning,’ karena harga nikel sekarang sudah mulai membaik,” katanya.

Nurdin menjelaskan, pembangunan smelter di Kabupaten Bantaeng dimulai ketika harga nikel dunia sedang melambung tinggi.
Sayangnya, setelah pembangunan smelter rampung, harga nikel justru anjlok. Kini, ketika harga nikel dunia mulai membaik, proses menuju pengoperasian smelter ini kembali berjalan.

“Smelter ini pasti akan berproduksi, karena perusahaan-perusahaan yang membangun smelter di Bantaeng ini, telah memiliki pabrik di luar, jadi mereka butuh suplai untuk pabriknya,” jelasnya.

Sekadar diketahui, terdapat dua perusahaan yang membangun smelter di Kabupaten Bantaeng yaitu PT Titan Mineral Utama (TMU) dengan rencana investasi sebesar Rp4,7 triliun, dan PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNAI) sebesar 130 juta dolar AS atau sekitar Rp1,7 triliun (kurs Rp13.500 per dolar AS).(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top