Delapan PNS Lutim Positif Narkoba – FAJAR sulsel
News

Delapan PNS Lutim Positif Narkoba

* BNK Mendadak Tes Urine PNS dan Bupati Disaksikan Wabup
MALILI — Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Luwu Timur mendadak mengambil urine PNS, honorer, dan pekerja di upah jasa. Bupati Luwu Timur Thorig Husler dan wakilnya Irwan Bachri Syam memberikan contoh. Mereka mengawali pemeriksaan urine dadakan tersebut, Senin 6 Februari 2017. Disusul pimpinan SKPD dan staf. Dari hasil tes pada alat BNK, delapan menunjukkan garis positif.

Garis menunjuk pada huruf C, yang berarti positif menggunakan narkoba. Meski demikian, pihak BNK Luwu Timur masih mendalami temuan ini. Apakah mereka telah mengkonsumsi narkoba atau ada obat lainnya. ”Memang, kalau garisnya satu, itu artinya urinenya positif. Sementara kalau dua berarti negatif,” kata Safaruddin, koordinator tim medis, kepada Palopo Pos, usai mengambil sampel urine bupati dan PNS.

Tes urine berlangsung di halaman kantor bupati Luwu Timur. Bupati Thorig Husler didampingi Wakil Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam, menginstruksikan seluruh pegawai, baik ASN maupun honorer, serta upah jasa tidak langsung bubar. Mereka pasrah saja. Kegiatan ini bertujuan agar barang haram tersebut terhindar dari kalangan pegawai di lingkup Pemerintah Luwu Timur.

Bupati Thorig mengawali pengambilan sampel urine dilanjutkan dengan para kepala pimpinan unit kerja, staf hingga pegawai upah jasa. “Pimpinan harus menjadi contoh,” tandas Thorig Husler, usai menyerahkan urinenya kepada petugas.

Sedikitnya delapan orang pegawai diduga mengkonsumsi barang haram tersebut. Ini dikatakan anggota BNK kepada awak media yang disaksikan langsung oleh ketua BNK Lutim Irwan Bachri Syam. ”Untuk sementara ada delapan urine yang diduga positif. Tetapi, apakah dia telah mengkonsumsi narkoba atau ada obat lainnya,” kata petugas medisnya.

Lanjutnya, ada alat digunakan untuk mentes apakah mereka positif menggunakan atau tidak ataukah mengkonsumsi jenis obat lainnya. Alat ini disebut multi drug yang memiliki enam jenis parameter untuk mendeteksi jenis obat yang dikonsumsi.

Salah seorang PNS Luwu Timur tidak begitu kaget ketika mau dites urine. Ia malah mendukung langkah bupati tersebut. ”Ini saya kira langkah bagus untuk memerangi narkoba dari lingkungan PNS,” ucap PNS yang minta tidak disebutkan namanya, usai menjalani tes urine.

Ada juga PNS yang kaget mendengar pengumuman bupati agar tidak ada yang meninggalkan tempat upacara. ”Ini diumumkan dan memang mendadak,” aku salah seorang PNS saat mendengar pengumuman langsung bupati tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang juga kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK), mengatakan pengambilan sampel urine ini dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai, baik ASN maupun tenaga upah jasa di lingkup Pemkab Luwu Timur bebas dari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.

“Pemeriksaan urine ini dilakukan secara mendadak. Memang, kami sengaja agar dapat diketahui siapa saja PNS ataupun pegawai lainnya yang terlibat dalam penyalahgunaan barang haram narkoba,” kata Irwan.(mg10/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top