Di Palopo, Jebolan IPDN Duduki Jabatan Struktural – FAJAR sulsel
News

Di Palopo, Jebolan IPDN Duduki Jabatan Struktural

* Pemerintah Lebih Condong Rekrut CPNS Khusus untuk Ikatan Dinas

PALOPO –— Pemerintah sepertinya lebih condong merekrut CPNS dari jalur sekolah ikatan dinas. Selain anggarannya sudah dimasukkan dalam pos belanja kementerian/lembaga, lulusannya pun sesuai kebutuhan karena melalui analisa jabatan serta beban kerja. MenPAN-RB Asman Abnur mengatakan, pemerintah akan memperbesar porsi CPNS dari sekolah kedinasan dan formasi khusus.

Di Palopo sendiri, sejumlah jebolan sekolah dinas dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menduduki berbagai jabatan struktural di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo. Tiap tahun, kuota untuk Kota Palopo yang berasal dari provinsi tidak tetap jumlahnya.

“Kita tidak mengecilkan sarjana atau alumni lulusan perguruan tinggi di luar IPDN. Tapi, kenyataannya yang pada umumnya alumninya siap pakai,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palopo, Dahri Saleng, kepada Palopo Pos, Senin 6 Februari 2017, kemarin.

Dahri mengakui, kemampuan para alumni pamong praja yang dididik sebagai seorang pemimpin dan memahami tentang sistem pemerintahan. Para alumni telah diberdayakan sebagaimana mestinya. Mulai staf atau ajudan. Di samping mengisi jabatan lainnya eselon IV, III, dan II, begitu juga untuk kedudukan lurah dan camat.

Kendati demikian, sebut Dahri, juga tetap memaksimalkan tenaga PNS di luar alumni pamong praja yang memang secara integritas dan kompetensi bagus, maka dipercayakan untuk menduduki posisi strategis di Pemkot Palopo.

“Khusus untuk tenaga teknis dan lainnya, tetap kita mengandalkan lulusan perguruan tinggi lainnya. Kita tetap berimbang, dan melihat kemampuannya juga. Jadi tidak serta merta alumni pamong praja kita paksakan untuk mengisi posisi di luar kemampuannya,” katanya.

Saat ini, tuturnya ada 41 orang alumni Akademi Pendidikan Dalam Negeri (APDN), Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), dan STPDN/IPDN yang menduduki jabatan struktural yakni eselon II, III dan IV pada Pemkot Palopo.

Dimana rinciannya sebagai berikut. Alumni APDN yang menduduki jabatan eselon II sebanyak 1 orang, eselon III 4 orang. Untuk alumni IIP menduduki jabatan eselon II 3 orang, eselon III 2 orang, dan eselon IV 1 orang. Dan alumni STPDN/IPDN eselon III 13 orang dan eselon IV 17 orang, dengan jumlah keseluruhan 41 orang.

Untuk diketahui, IPDN memiliki 10 program pendidikan (prodi) terdiri atas tiga Prodi Politik Pemerintahan dan tujuh Prodi Manajemen Pemerintahan dengan strata kelulusan lima Prodi S1 dan lima Prodi D4.

Selanjutnya IPDN juga intensif mendirikan dua prodi baru, yakni Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Prodi Manajemen Penanggulangan Bencana Kebakaran.

Kepala BKD Luwu Utara, Nursalim Ramli, mengatakan bahwa yang ada sekolah dinas itu hanya IPDN. Dalam penerimaan tidak ada sistem kuota. Mereka yang mendaftar mengikuti tes dan lulus itu berdasarkan hasil tes. ”Jadi saat ini tidak ada kuota-kouta-an sekolah kedinasan tersebut,” paparnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengatakan, pemerintah akan memperbesar porsi CPNS dari sekolah kedinasan dan formasi khusus.

“Beberapa hari lalu saya menerima Direktur STAN, kami katakan bahwa kami akan tambah formasinya. Lulusan sekolah itu tidak hanya ditempatkan di Dirjen Pajak, BPKP, Kementerian Keuangan tapi di seluruh daerah,” ujarnya, Sabtu 4 Februari 2017, lalu.

Selain itu, formasi untuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) juga akan ditambah. Namun, tidak dikembalikan ke daerah asalnya. Sedangkan untuk formasi khusus, akan diutamakan untuk sarjana yang lulus cumlaude, terutama yang IPK-nya di atas 3,5.

Formasi khusus juga termasuk atlet berprestasi. “Dengan adanya perbaikan ini mudah-mudahan tidak ditemukan lagi pegawai dengan seragam PNS yang nongkrong di kedai kopi pada jam kerja,” tegas Asman.(jun-rhm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top