Kandidat Serahkan ke Parpol Pengusung – FAJAR sulsel
News

Kandidat Serahkan ke Parpol Pengusung

Soal Pendamping di Pilgub

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sejumlah nama yang muncul sebagai kandidat calon gubernur belum mau terburu-buru menentukan pasangan untuk digandeng pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Mereka memilih menyerahkan ke partai politik (Parpol) pengusung.

Diketahui, sejauh ini ada empat nama yang menguat untuk posisi calon gubernur. Masing-masing Bupati Kabupaten Bantaeng Nurdin Abdullah, mantan Bupati Kabupaten Gowa Ichsan Yasin Limpo, Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid, serta Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang.

Nurdin Halid yang tidak lagi dipusingi soal parpol, tetap melakukan survei sebelum menentukan calon pendamping. Hal itu diutarakan Wakil Ketua Golkar Sulsel Bidang Pemenangan Pemilu, Kadir Halid.
“Semua calon yang muncul baik itu di media maupun di baliho kami survei,” terang Kadir saat ditemui di ruang kerjanya di Fraksi Golkar DPRD Sulsel, kemarin.

Menurut Kadir, penetapan calon wakil Nurdin Halid tersebut kemungkinan akan diputuskan empat bulan sebelum tahapan dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Intinya semua masih berproses,” katanya.

Hal senada diutarakan Bupati Kabupaten Bantaeng Nurdin Abdullah. Meski mencuat nama Tanribali Lamo sebagai pasangan wakil, namun Nurdin menyerahkan sepenuhnya kepada partai pengusung.

“Belum ada, kan paket itu kuncinya ada pada partai. Pak Tanri punya pengalaman di militer dan pengalaman di birokrasi, dan semua calon punya pengalaman seperti itu. Nanti pada waktunya partai politik yang menentukan sikapnya mau dukung siapa,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah menambahkan dirinya bersama Tanribali masih sama-sama status sebagai bakal calon Gubernur. Serta belum ada kesepakatan dan keputusan paket.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang menegaskan bahwa konstalasi politik masih panjang. Meski begitu, Agus menepis keraguan publik dan menyatakan siap bertarung di Pilgub Sulsel.

“Jakarta saja dalam satu persoalan langsung ada dua nama yang menjadi pasangan calon baru yang maju. Tapi soal siapa pasangan saya, itu nanti,” sebutnya.

Menurut Agus, pendamping di event Pilkada tidak sama dengan pasangan pengantin yang sejak awal sudah harus saling jatuh cinta.

“Kalau di Pilkada kepentingan politik itu banyak pertimbangan. Dan pertimbangan politik itu juga ditentukan pasangan lawan politik. Termasuk partai politik pengusung,” tandasnya. (eky/mah)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top