Kejar Terpidana Korupsi, Jaksa Minta Bantuan Media – FAJAR sulsel
Kriminal

Kejar Terpidana Korupsi, Jaksa Minta Bantuan Media

dugaan-pidana-korupsi-bandara-di-paser-katanya-kurang-hati-hatidugaan-pidana-korupsi-bandara-di-paser-katanya-kurang-hati-hati

MAKASSAR, BKM–Kejaksaan Negeri Makassar mengejar dua terpidana kasus korupsi proyek fisik Pasar Pabaengbaeng, tahun 2009.

“Tolong teman-teman wartawan, agar ikut membantu kami mencari keberadaan dua terpidana tersebut,” tegas Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Makassar, Sri Suryanti, Senin (6/2).

Sri mengungkapkan, pihaknya saat ini masih terus berupaya melakukan pengejaran terhadap dua terpidana kasus korupsi proyek Pasar Pabaengbaeng yang merugikan negaraRp 1 M. Pengejaran dilakukan setelah tim jaksa menerima putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak Peninjauan Kembali (PK) kedua terdakwa.

“PK yang diajukan keduanya ditolak pada tahun 2016 sehingga kami melakukan upaya eksekusi terhadap putusan kasasi bernomor 9 K/Pid.Sus/2014 yang menjatuhkan hukuman kepada keduanya selama 4 tahun pidana denda Rp 200 Juta subsider 6 bulan kurungan serta dibebani uang pengganti sebesar Rp 1.005.692.894,57, tapi keduanya kabur entah kemana, “terang Sri.

Terpisah, Ketua Bidang Advokasi Gerakan Anti Korupsi Indonesia (Gaki) Sulsel, Muh. Basran mengatakan seharusnya Kejari Makassar serius mengejar kedua terpidana tersebut.

“Kami curiga mengapa sampai saat ini kedua terpidana belum dieksekusi. Padahal putusan sudah inkrah ditingkat PK, “ujar Basran.

Basran menegaskan, jika tidak segera dieksekusi, pihaknya akan melakukan unjuk rasa besar-besaran. ”Kami beri waktu hingga dua pekan. Jika tidak dieksekusi, kami akan melakukan demo,” katanya.

Diketahui, H Taufan Ansar Nur adalah PT Citra Timorindo dan Abdul Azis Siadjo. yang menjadi terpidana kasus korupsi pembangunan Pasar Pa’baeng-baeng Makassar.

Terpidana divonis Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Makassar dengan pidana 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta, dan atau subsider 6 bulan kurungan. Uang pengganti sebesar Rp1.005. 692.894 pada tahun 2011 lalu.

Selanjutnya, terpidana melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Sulsel, dan menang di tingkat banding. Namun, oleh JPU melakukan kasasi ke MA. Perkara H Taufan Ansar Nur diputus oleh MA pada bulan Juli 2014 yang membatalkan putusan PT Makassar. Kemudian terpidana kembali melakukan Peninjaun Kembali (PK). Namun MA menolak PK terpidana, sehingga putusan Pengadilan Tipikor, PN Makassar dinyatakan berkekuatan hukum tetap. (ishak mappelawa)

Berita Kota

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top