Kredibilitas Pansel Diuji – FAJAR sulsel
News

Kredibilitas Pansel Diuji

1-

Lelang Disebut Formalitas

WATAMPONE, RB—Kredibilitas panitia seleksi (Pansel) lelang jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemda benar-benar diuji. Betapa, tidak lelang jabatan yang pertama kali dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bone ini disebut-sebut cuma formalitas belaka.

Gelagat permainan lelang jabatan ini terlihat dari pejabat yang ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt) kadis pada jabatan lowong adalah orang-orang yang digadang-gadang menjadi kadis kelak. Sebut saja misalnya, pada Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian yang dijabat Asriady Sulaiman yang tak lain adalah Asisten II Setda Bone. Kemudian Dinas Kebudayaan yang dijabat HA Promal Pawi yang sebelumnya menjadi Kabag Humas dan Infokom. SKPD lainnya yang diduga kuat akan dijabat Pltnya adalah Dinas Koperasi dan UKM yang kini dijabat A Gunadil Ukra (Asisten II Setda Bone) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dijabat Hj A Nurmalia .

Dan satu lagi yang disebut-sebut akan melompat menjadi kadis adalah Askar yang kini menjadi sekretaris sekaligus Plt Kadis SDA. Kadis SDA adalah satu-satunya jabatan lowong yang tidak dilelang pemkab. Namun khusus untuk Askar untuk menduduki jabatan kadis memerlukan proses panjang.

Mengingat jenjang kepangkatannya belum memenuhi syarat. Dalam persyaratan lelang ini, pejabat yang ikut lelang harusmenduduki jabatan struktural IIIa atau pernah menduduki jabatan struktural IIIa sekurang-kurangnya dua tahun.

Sementara Askar baru sebulan naik ke eselon IIIa, dimana sebelumnya menjabat Kepada Bidang SDA pada Dinas PU dan SDA sebelum SKPD tersebut dipecah.

Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi menegaskan, dalam penempatan pejabat pada seleksi mendatang, sikap kehati-hatian dan kecermatan harus dikedepankan. Sebab seorang ASN yang ditempatkan pada satu SKPD, harus lewat kajian dan pertimbangan.

“Jadi untuk apa dilelang, ketika ada satu jabatan tetap dibiarkan kosong,” tegas Suaedi via seluler, Senin 6 Februari kemarin. Suaedi menegaskan, tidak ada pengecualian ketika Pemkab Bone berkomitmen melelang jabatan pimpinan tinggi pratama.

Terpisah, Akademisi Darmawansyah justru mempertanyakan kajian secara detail pada proses lelang jabatan.
Termasuk kredibilitas panitia seleksi yang dibentuk. Namun terkhusus proses seleksi, Wawan sapaan akrab Darmawangsyah menegaskan harus melalui proses yang kredibel. “Terkesan proses lelang jabatan ini hanya formalitas saja.”pungkasnya.

Menurut dia perhatian publik akan tertuju pada proses lelang jabatan ini. Publik akan menilai dan mengawal langsung peng-isian jabatan tersebut, sehingga Tim Pansel harus menunjukkan integritasnya dengan cara tidak mudah diintervensi oleh siapapun.

“Di sinilah kredibilitas Tim Pansel benar-benar diuji. Saya berharap seleksi jabatan tidak menggunakan kekuatan di luar sistem. Jika pansel sudah diintervensi maka akan rusak,” pungkasnya seraya mengingatkan panitia lelang agar tidak melakukan manuver yang justru merugikan pemerintah daerah.

Diketahui, dalam pelaksa-naan lelang ini, pemerintah daerah melibatkan panitia seleksi sebanyak lima orang, dengan komposisi unsur pemda dua orang dan akademisi tiga orang. Adapun panitia seleksi lelang jabatan kali ini adalah HA Surya Darma dan A Islamuddin (Unsur pemda/internal). Kemudian dari unsur akademisi, yakni A Nuzul (STAIN Watampone, Sulaeman Fattah (UH) dan Muchlis Madani (Unismuh). Salah satu anggota Pansel, A Nuzul yang berusaha dikonfirmasi tak berhasil. Nuzul tak menjawab panggilan RADAR BONE saat dihubungi malam tadi.

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top