Perintah Langsung JK – FAJAR sulsel
News

Perintah Langsung JK

* Dijanjikan 30 Km Poros Labokke-Torut, Bahrum: Anggarannya Bisa Melalui DAK

JAKARTA — Pembangunan poros Labokke tembus Toraja Utara dijanjikan 30 Km. Bupati Cakka berharap terealisasi secepatnya. Kalau bisa tahun ini. Lebih cepat, lebih baik lagi.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla usai menghadiri peringatan Hari Jadi Tana Luwu (HJTL) ke-749 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-71 pada 23 Januari 2017 lalu, di Belopa, menyatakan akan memberikan bantuan pembangunan jalan provinsitersebut. Pernyataan wapres ini seperti perintah langsung.

Panjangnya jalan yang dijanjikan untuk dikerja pun tidak tanggung-tanggung. Panjangnya sampai 30 kilometer.

Dengan adanya pernyataan dari Wapres JK tentang pengerjaan jalan tersebut, menurut Anggota Komisi V (bidang infrakstruktur) DPR RI, Bahrum Daido, patut disambut baik dan didukung penuh.

Dijelaskan Bahrum, kalau perintah dari kepala negara, termasuk dari Wapres JK untuk memberikan bantuan dikenal dengan nama dekrit. Namun, perintah langsung ini harus dilihat juga dari kondisi tempat yang akan dibantu. Misalnya, untuk jalan harus dilihat status jalannya. “Seperti halnya pengerjaan jalan Labokke tembus Toraja Utara ini,” ujarnya.

Kata Bahrum, harus dilihat dulu status jalannya. Kalau nasional akan ditangani pusat. ”Tetapi, kalau jalan provinsi kewenangan gubernur,” ungkap Bahrum, Senin 6 Februari 2017, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Sehingga, untuk pembiayaannya, kata dia, jika jalan nasional melalui APBN, dan untuk jalan nasional bisa melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Sulsel.

Penganggaran ini, kata Bahrum, juga harus hati-hati. Pasalnya, dekrit yang dikeluarkan kepala negara bisa saja bertentangan dengan UU Otonomi Daerah karena melanggar kewenangan pemda. “Saya kira yang cocok itu bisa melalui DAK provinsi. Karena kalau memakai APBN akan melanggar UU Otonomi. Kecuali ini sifatnya emergency bisa saja langsung,” jelasnya.

Bahrum memperkirakan, jika terealisasi untuk pembangunan jalan ini baru bisa dianggarkan pada perubahan anggaran 2017 atau sekalian di APBD 2018.

Sebelumnya, Bupati Luwu Andi Mudzakkar membeberkan, dua kado yang cukup istimewa tersebut yakni, pertama Kabupaten Luwu mendapat prioritas untuk pengembangan landasan pacu Bandara Bua. Dimana landasan pacu yang saat ini sepanjang 1.400 meter, akan ditambah menjadi 1,800 meter.

“Pak JK bilang, dengan landasan sepanjang itu, Banadara Bua Luwu tahun depan sudah mampu didarati pesawat berbadan besar diatas ATR-72,” kata Andi Mudzakkar.

Yang kedua, lanjut Cakka, sapaan akrab Andi Mudzakkar, Kabupaten Luwu akan mendapatkan porsi anggaran untuk pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Bua dan dengan Kabupaten Tana Toraja yang sudah dirintis Pemkab Luwu beberapa tahun lalu.

“Kita diberi bantuan jalan sepanjang 30 kilo meter untuk jalur dari Labokke kecamatan Bua yang tembus ke Kabupaten Tana Toraja.

Jalan tersebut dianggap cukup vital, disamping jalur ini merupakan cikal bakal pengembangan jalur wisata, pula sepanjang jalur itu nantinya akan menjadi kawasan agro wisata,” jelasnya. (idr/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top