Pertamini Sasar Masyarakat Pinggiran – FAJAR sulsel
News

Pertamini Sasar Masyarakat Pinggiran

20160410142402Pertamini2-1

MAKASSAR, UPEKS.co.id — CV Marz Copierindo, yang merupakan produsen Pertamini, menggandeng Asosiasi Wirausaha Jaya Migas Indonesia (Aswiraya Migas) untuk melayani kebutuhan masyarakat menengah kecil ke bawah.

Owner CV Marz Copierindo, Marzuki Rachmat, Pom mini atau Pertamini merupakan pengganti bagi masyarakat yang masih berjualan bensin eceran dengan menggunakan botolan, karena Pertamini tersebut menyasar daerah-daerah yang jauh dari SPBU terutama daerah terpencil dan lorong-lorong.

“Pom Mini ini, sudah banyak di Makassar bahkan di seluruh kabupaten kota di Sulsel. Hanya saja keberadaan Pertamini ini kebanyakan di daerah-daerah pinggiran kota yang jauh dari SPBU, ” kata Marzuki, kepada Upeks Minggu (5/2/17).

Dia menyebut, keberadaan Pertamini di tengah berkembangnya perkotaan, akan menjadi gaya hidup masyarakat pinggiran kota, karena mereka tidak lagi harus jauh-jauh mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU, cukup mengisinya di Pom Mini.

“Selain itu, sisi ekonominya terbilang bagus, karena uang masyarakat setempat tetap akan berputar di sekitar daerahnya, belum lagi karyawan juga dibutuhkan untuk menjaganya, jelas akan memberdayakan masyarakat di tempat tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Wirausaha Jaya Migas Indonesia (Aswiraya Migas) Pusat, Abdul Latif, menyebut, kaberadaan Pertamini yang menyasar daerah pinggiran kota atau lolong-lorong jelas akan membantu masyarakat khususnya bagi pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Asosiasi ini memang masih baru, sehingga kami belum begitu dikenal, namun Pertamini ini sebetulnya sudah berjalan di Jakarta 2015 lalu, khusus di Sulsel baru buming di akhir tahun 2016,” kata Abdul Latif.

Dia menyebut salah satu indikator manjadi kota dunia adalah bagaimana masyarakatnya gampang mendapatkan kebutuhan yang inginkan sebagai penunjang aktivitasnya, dengan kehadiran ini tentu lebih akan memudahkan masyarakat daerah terpencil.

“Ini adalah bagian dari UMKM masyarakat setempat, karena salah satu contoh yang nyata, sepeti anak sekolah yang tidak bisa membeli bensin harga di SPBU tapi karena dengan adanya pom mini anak sekolah tersebut bisa membelinya di bawa harga SPBU sesuai takarannya, bisa di beli 500 saja” katanya.

Dia menambahkan, bagi pemilik Pertamini di Sulawesi Selatan, kiranya akan bergabung di Asosiasi Wirausaha Jaya Migas Indonesia (Aswiraya Migas) agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan ada lembaga yang menaungi terlebih lagi untuk mendapatkan atau suplai BBM tinggal berkoordinasi kepada asosiasi tersebut. (edo/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top