Sulsel Status Siaga Darurat – FAJAR sulsel
News

Sulsel Status Siaga Darurat

Cuaca Ekstrem

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang menjadi ancaman bagi pertanian Sulsel, khususnya padi. Pasalnya, akibat cuaca ekstrem yang terjadi pekan terakhir ini menyebabkan sejumlah sawah di beberapa daerah terendam air dan membuat lahan pertanian puso.

“Saya sudah minta datanya (lahan puso). Kalau lahan yang sudah ditanami terus terendam air, dan bibirnya rusak, kita akan mintakan bantuan benih. Saya lagi minta benih,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, Senin (6/2/17).

Meski demikian, Agus masih optimis sektor pertanian, khususnya produksi beras tidak akan terganggu lantaran hasil pantauannya dilapangan, masih banyak lahan yang masih hijau. Bahkan di Bone ada yang sudah mulai masuk masa panen.

“Saya lihat padi yang masih hijau itu, walaupun satu minggu terendam, tidak apa-apa. Kemarin saya dari Bone, dan di sana justru panen. Jadi tidak semua juga terendam air, bahkan ada juga petani kita sekarang malah butuh air. Yang bahaya itu, kalau tanaman mau panen lalu terendam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Syamsibar mengatakan, hingga saat ini sudah banyak lahan sawah, tambak dan kebun milik warga yang terendam air akibat banjir. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui pasti rincian data jumlah lahan yang terendam.

“Data rincinya silahkan ke Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian, di sana datanya lebih lengkap. Sudah beberapa hari ini hingga semalam saya masih hunting tinjau beberapa daerah bersama pak Wagub,” katanya.

Terkait status kondisi, pihaknya menyatakan Sulsel dalam siaga darurat. Sebab sampai saat ini cuaca ekstrem mengakibatkan banyak musibah. Diantaranya, longsor, angin kencang bahkan puting beliung yang menyebabkan banyaknya korban akibat pohon, serta ketinggian ombak di atas normal sejumlah kapal tenggelam dan lain sebagainya.

Berdasarkan data terakhir dari BMKG, lanjut dia, intensitas hujan saat ini masih akan tinggi. Sementara bencana sudah ada di beberapa daerah, termasuk diantaranya Kota Makassar yang tiap waktu terancam angin kencang, Kabupaten Takalar yang hampir tiap tahun selalu ada musibah terjangan angin puting beliung, demikian juga di Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Maros.

Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Pinrang, Barru, Sidrap, Wajo, Luwu, Soppeng, Luwu dan Luwu Utara. Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, selain terancam angin puting beliung, banjir juga kerap terjadi di beberapa kecamatan.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top