Tolak Angkutan Online dan Pete-pete Smart – FAJAR sulsel
News

Tolak Angkutan Online dan Pete-pete Smart

Sopir Angkot Mogok

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Solidaritas para sopir angkutan kota (Angkot) pete-pete dan taksi Kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa dan mogok narik di sejumlah titik. Aksi yang berakhir di bawah fly over ini merupakan bentuk protes atas kebijakan kenaikan pajak kendaraan sesuai PP 60 tahun 2016 yang dinilai mencekik pemilik Angkot.

Dalam aksi itu, para sopir juga meminta pemerintah untuk menertibkan pengoperasian kendaraan online yang tidak resmi. Saat demo, para sopir yang lebih dulu melakukan aksi unjuk rasa, menurunkan penumpang pete-pete lain secara paksa karena masih beroperasi.

Berdasarkan pantauan, aksi ini membuat banyak penumpang telantar disejumlah jalan protokol di Kota Makassar. Para penumpang itu pun memilih menggunakan angkutan alternatif seperti ojek, becak dan becak motor. Ratusan anggota Kepolisian disebar untuk mengamankan jalannya aksi. Sejumlah kendaraan taktis juga terlihat terparkir di bawah fly over dan Kantor Gubernur Sulsel.

“Kami minta pemerintah meninjau kembali kebijakan itu (kenaikan pajak), dan meminta kendaraan aplikasi online untuk ditertibkan, khususnya yang tidak berizin. Itu sangat merugikan angkutan konvensional,” kata Ketua Organda Makassar, Zainal Abidin, Senin (6/2/17).

Selain itu, pihaknya juga mengeluhkan kebijakan kenaikan pajak tahunan STNK yang memberatkan. “Bayangkan saja, naiknya sampai Rp400 ribu,” katanya.

Sementara Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengatakan, soal tuntutan peninjauan kebijakan kenaikan pajak kendaraan yang dimaksudkan, merupakan kewenangan pusat, dibawah ranah Kepolisian RI. “Masalah ini di luar kewenangan kami,” ungkapnya.

Khusus masalah angkutan online, Agus menilai jika persoalan yang sama tidak hanya terjadi di Sulsel saja, tetapi masalah tersebut merupakan masalah yang terjadi secara nasional. “Kami akan minta solusi dari pusat, khususnya Kementerian Perhubungan. Bagaimana regulasi yang seharusnya,” tegasnya.

Terpisah, mogok massal Angkot juga berlangsung di depan Balaikota Makassar, Jl Ahmad Yani. Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Angkutan Moda Transportasi Sulsel tersebut memiliki beberapa tuntutan.

Mereka menolak kenaikan biaya pajak/STNK, menolak smart pete-pete, menolak angkutan online, menghentikan pembangunan halte BRT, menolak penambahan armada BRT dan menindak tegas angkutan ilegal.

Jenderal lapangan aksi, Fadli menegaskan, program smart pete-pete harus dihentikan. Alasannya, program tersebut tidak pro kepada sopir pete-pete konvensional. Bahkan, dia menilai smart pete-pete justru merugikan.

Lalu, angkutan umum berbasis online tidak memiliki izin dan rute. Semua fenomena itu memenggal pendapatan sopir pete-pete konvensional.

“Tidak mempunyai izin dan rutenya bebas. Itu jelas mengurangi pendapatan supir pete-pete. Program pete-pete smart juga tidak pro ke sopir pete-pete. Jika tidak digubris, kami akan turun dengan massa yang lebih besar,” tandas Fadli di sela-sela aksi unjuk rasa.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Mario Said menerangkan, pihaknya sudah menempuh upaya menjawab aspirasi pendemo sebelumnya. Dishub Makassar memediasi rapat dengan semua stakeholder terkait.

“Hasil rapat, Pemprov dalam hal ini pak Gubernur menyurat ke Kementerian Kominfo untuk memblokir aplikasi online, tapi sampai sekarang belum ada alasan,” akunya.

Selain Mario, Asisten I bidang pemerintahan Pemkot Makassar, M Sabri juga menerima aspirasi pendemo. Dia mengatakan, aspirasi tersebut menjadi masukan bagi Pemkot. Menurutnya, pihak yang tidak suka, biasanya karena belum kenal. “Smart pete-pete masih prototype, kalau ada masukan, mari kita bicarakan sama-sama tentang program ini. Dilihat manfaatnya ke depan dalam rangka menuju kota dunia, maka apa salahnya maka mari kita sama sama evaluasi,” kata Sabri.(eky-rul/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top