Agen Travel Terancam Gulung Tikar – FAJAR sulsel
News

Agen Travel Terancam Gulung Tikar

30 DPD Asita Tolak Kebijakan Penurunan Komisi Agen

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi khususnya di bidang IT yang begitu cepat, pelaku pengusaha yang masih menggunakan secara konvensional mulai terkikis dengan keberadaan Bisnis E-Commerce di Indonesia. Termasuk bisnis travel.

Seperti itulah yang dirasakan Tour and Travel yang tergabung dalam ASITA kini. Pihak ASITA menilai, kebijakan PT Garuda Indonesia selaku perusahaan BUMN yang tentunya akan menghidupkan usaha kecil menengah justru akan mematikan dengan menurunkan atau memberlakukan penyesuaian Komisi dan Insentif pada Tanggal 1 Maret 2017 mendatang.

Demikian dikatakan Ketua DPD Asita Sulsel, Didi L Manaba, dalam jumpa media di Gedung MULO, Senin (6/2/17) kemarin.
Kondisi tersebut, menurut Didi L Manaba, membuat 30 DPD ASITA se-Indonesia berencananya menolak penurunan Komisi Agen keputusan ini berdasarkan dari DPP ASITA, sebab dapur Asita seluruh Indonesia bersumber dari penjualan tiket Domestik dan International.

Sehingga, dia mengharapkan pihak Garuda Indonesia mempertimbangkan niatnya untuk menurunkan insentif penjualan tiket pada agen travel.

“Di Sulsel, terdapat 300 anggota ASITA juga sepakat akan menolak pihak Garuda yang kita ketahui bersama penyedia jasa penerbangan plat merah (pemerintah) menolak keras atas penurunan Komisi insentif penjualan tiket kepada agen,” kata Didi.

Didi menyebut, besaran insentif yang diturunkan pihak Garuda kepada agen travel yakni untuk penjualan tiket domestik berkisar 40? dan internasional sebanyak 60?,

“Kalau toh pihak Garuda tidak mempertimbangkan hal ini, bukan tidak mungkin pengusaha yang bergerak di bidang travel akan gulung tikar, karena selama ini, untuk menggaji karyawan dan keuntungannya hanya mengandalkan insentif komisi pejualan tiket,” katanya.
Padahal, kata Didi L Manaba, Travel Agen sebagai garda terdepan penjualan tiket Garuda Indonesia baik secara konvensional maupun online, sementara pembelian tiket secara online travel agen sering terkendala teknis pada layanan tersebut sehingga meningkatnya biaya operasional.

“Garuda Indonesia sebagai Carrier Flight dan Perusahaan Jasa Penerbangan milik Pemerintah harusnya mengayomi Travel Agen Konvensional yang telah lama menjadi mitra strategis dan turut andil Membesarkan sehingga Garuda Indonesia berkembang pesat, padahal Omzet Penjualan Travel Agen Konvensional maupun Travel Digital pun tetap berimbang,” terangnya.

Selain itu, pada jumpa pers yang dihelat DPD ASITA Sulsel, turut hadir sejumlah agen lokal dan nasional yakni PanoramaTour and Travel, Cakaka Tour and Travel, Al-JasyiahSTour and Travel, Prima Tour and Travel, Hoky Tour and Travel, dan Manoria Tour and Travel, (edo/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top