Astaga, Anak Angkat Dicabuli – FAJAR sulsel
News

Astaga, Anak Angkat Dicabuli

*Terdakwa Akui Berbuat Tidak Senonoh

PALOPO — Usia boleh usur, 57 tahun, namun urusan syahwat jangan ditanya lagi. Sampai-sampai M Dahnan Hs Alias Nanang tega menodai anak yang sudah dijadikan anak angkat.
Buntutnya, terdakwa ditangkap Polisi kemudian digiring ke Pengadilan Negeri untuk diadili karena melakukan perbuatan cabul terhadap ZA (inisial. Red) yang masih berumur 4 tahun.

Terdakwa kembali diadili Senin 6 Pebruari 2017 lalu dengan agenda pemeriksaan saksi korba yang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa. Sidangnya digelar tertutup ini berlangsung di Pengadilan NegeriPalopo.

Usai sidang, terdakwa terlihat sangat dingin melangkah keluar dari ruang sidang.
Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sakaria Aly Said SH yang dicegat usai sidang mengatakan bahwa sebenarnya antara terdakwa dan korban masih ada hubungan keluarga. Menurutnya lagi, korban ditemani ibundanya saat memberikan keterangan di hadapan majelis.

“Intinya didalam persidangan terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesalinya,” jelas Jaksa.
Selanjutnya, sidang akan dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan tuntutan dari JPU. Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Beauty D.E Simatauw SH didampingi hakim anggotanya, Heri Kusmanto SH dan Mahir Sikki ZA SH.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 82 ayat 2 jo pasal 76E Undang-Undang Nomor Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Menurut penjelasan di dalam surat dakwaan terdakwa, bahwa terdakwa sudah memelihara korban selama setahun di rumahnya atas persetujuan orang tua korban. Alasan terdakwa tidak punya keturunan sehingga korban diajaknya tinggal untuk menjadi anak angkat.

Namun setalah ibunya datang menjemput korban pada bulan Oktober 2016 lalu karena sudah lama tinggal bersama terdakwa. Saat korban buang air kecil ia mengeluh sakit dan perih dibagian alat vitalnya. Hingga Ibunya bertanya kepada anaknya kenapa selalu merasakan sakit.

Lalu korban mengaku bahwa ia sering dipelakukan oleh terdakwa dengan memasukkan jarinya ke alat kelamin korban. Dari hasil visum dokter yang menanganinya korban mengalami luka dipantat diameter 0,5 cm.

Kemudian alat kelamin berupa selaput dara utuh, namun vagina membesar, terdapat kemerahan pada bibir vagina sebelah kanan. Kasus memalukan ini terjadi Oktober 2016 lalu di rumah terdakwa, Jl DR SAM Ratulangi, Kota Palopo. (rp1/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top