Ekspansi ke Daerah, Dukung Pariwisata – FAJAR sulsel
News

Ekspansi ke Daerah, Dukung Pariwisata

Zakaria Patiku, GM D’Maleo Hotel Makassar

Pertumbuhan hotel di Kota Makassar sangat pesat dalam kurun dua tahun terakhir ini. Bak cendawan tumbuh di musim hujan, bangunan hotel hadir dan berdiri megah. Hal ini membuat persaingan semakin ketat.

Agar tetap eksis, sejumlah hotel baik yang lama maupun pendatang baru, dari kelas melati hingga berbintang harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Termasuk D’ Maleo Hotel sebagai hotel bintang 3 yang berada di bilangan Jl. Pelita Raya 8 No. 1 Panakkukang, Makassar.

Nah, untuk mengetahui kesiapan Hotel D’ Maleo dalam mendukung pariwisata dan sekaligus menghadapi pesaing, berikut ini petikan wawancara Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks) dengan General Manager D’ Maleo Hotel, Zakaria Patiku, baru-baru ini.

Seperti apa Anda melihat industri perhotelan di Makassar?
Hadirnya sejumlah hotel menandai industri perhotelan mengalami perkembangan pesat. Apalagi Makassar menuju kota dunia, sudah pasti hotel akan terus bertumbuh. Kami menganggap itu bukan saingan, sebalik justru kami semakin terpacu terus memberikan pelayanan terbaik. Pastinya kehadiran hotel sangat dibutuhkan untuk mendukung pariwisata di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Anging Mammiri ini.

Bagaimana perkembangan bisnis perhotelan saat ini?
Bisnis perhotelan tahun 2016 sangat merosotnya dan tergerus akibat lesuhnya perekonomian tanah air. Ini menjadi catatan tersendiri bagi kami. Dimana pendapatan sepanjang tahun hanya mampu membayar biaya operasional. Sulitnya perputaran ekonomi juga menyebabkan lesunya pendapatan perhotelan.
Apalagi ditambah kebijakan pemerintah yang banyak memotong dana kementerian. Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga pernah merilis, tahun 2016 ada dua kali pemangkasan anggaran, sesaui Inpres No.4/2016 oleh Jokowi memangkas Rp50 triliun, dan hasil resuffle kabinet Sri Mulayani pangkas Rp133 triliun.
PHRI Sulsel berpendapat, pemangkasan anggaran itu memengaruhi pendapatan hotel karena mayoritas adalah biaya rapat dan perjalanan. Ini pastinya memberi implikasi negatif terhadap pertumbuhan tingkat huni.

Jadi menurut Anda pemangkasan angaran itu berimbas pada pendapatan?
Faktanya memang seperti itu. Pemangkasan anggaran berakibat pada penurunan pendapatan. Jika dibanding tahun 2015 jauh lebih baik daripada 2016. Pendapatan 2015 masih bisa mencapai 65%-70%. Sedangkan 2016 kemarin hanya berkisar 45%-50%.

Bagaimana Anda menyikapi hal itu?
Pada dasarnya bisnis pariwisata sudah ready to share. Roti yang diperebutkan seharusnya dibagi. Kawasan hotel di Makassar dibagi ada kawasan pantai dan kawasan tengah. Kami (Hotel D’Maleo) yang berada di kawasan tengah sangat merasakan turunnya pendapatan 2016 lalu. Tetapi, tahun ini kami optimis bisa mencapai. Asal pemerintah juga ikut mendukung, minimal jangan lagi ada pemotongan.

Lalu, apa harapan Anda?
Tentu kami berharap agar lesunya bisnis perhotelan 2016 lalu, tidak berlanjut ke tahun 2017. Sebab, bila ini terulang akan berdampak pada tenaga kerja. Mengatasi hal itu, dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk mendorong semua sektor agar tumbuh secara bersama. Sebab, bila semua sektor tumbuh (pertambangan, pariwisata, pertanian, perkebunan, dan konstruksi) juga akan berpengaruh pada sektor perhotelan.Contohnya, tahun lalu orang/pengusaha malas masuk hotel atau event-event jauh sedikit dilakukan dalam hotel karena kondisinya ekonomi lagi lesu. Tingkat pendapatan berkurang ditambah lagi pajak hiburan meningkat. Itu yang saya pahami sebabnya, ini kan kue yang harus dibagi-bagi, namun rupanya kebijakan pemerintah pusat tidak berpihak dengan adanya pemangkasan dana tersebut.

Menarik pengunjung, apa keunggulan D’Maleo yang Anda tawarkan?
D’Maleo Hotel sebagai hotel bintang 3 memiliki fasilitas sangat memuaskan. Mulai dari akses jalan, lobi luas, entertainment dan MICE. Tamu tidak akan merasa sunyi karena bisa memanfaatkan eksekutif Lounge. Bahkan pihak managemen juga menyiapkan parkiran yang luas dengan sistem valet. Semua area free Wifi. Selain itu, hotel kami berada di pusat kawasan perekonomian Makassar.

Target rencana Anda tahun ini?
Recananya tahun ini akan menyentuh pasar kelas menengah tengah. Pihak kami akan menambah fasilitas Spa dan fitnes centre serta swimming pool. Semua fasilitas dan pelayanan terbaik kami berikan, semata untuk memberikan kepuasan kepada customer. Selain itu, kami juga akan melakukan pengembangan (ekspansi) di wilayah Parepare pinggir pantai, Palopo dan Luwu Timur. Hal ini sesuai dengan komitmen kami untuk mendukung industri pariwisata di Sulawesi Selatan. (fajar/hms)

Hotel Bintang 3 yang Recomended

D’Maleo Hotel Makassar merupakan hotel bintang 3 yang ada di pusat perekonomian, tepatnya di Jl. Pelita Raya 8 No. 1 Panakkukang, Makassar.

Zakaria Patiku selaku General Manager (GM) D’Maleo Hotel Makassar, mengatakan, hotel yang dinahkodainya merupakan salah hotel yang recomended, baik untuk para pelancong maupun untuk Meeting – Incentive Convention Exhibition (MICE).

Menurutnya, D’Maleo dilengkapi akomodasi modern dengan Spa, fasilitas karaoke, dan meja depan 24 jam. Hotel berjarak 5 menit berkendara dari pusat Kota Makassar.

Hotel ini menawarkan sebuah restoran dan kamar-kamar yang elegan dengan lantai berkarpet. Wifi dapat diakses secara gratis di seluruh areanya.

D’Maleo Hotel Makassar berjarak 10 menit berkendara dari Pantai Losari dan 25 menit berkendara dari Bandara Internasional Hasanuddin.

Tamu yang nginap dapat memilih kamar sesuai selera. Tersedia Kamar Deluxe, Penthouse, Suite Junior (Junior Suite), Superior. Semua kamar ber-AC menyediakan TV kabel layar datar, ketel listrik, dan area tempat duduk. Shower tersedia di setiap kamar mandi pribadi, sementara bathtub terdapat dalam unit-unit tertentu.

Tak hanya itu, lanjut Zakaria, tamu yang nginap juga dapat memanfaatkan fasilitas pusat bisnis di hotel, juga penyewaan mobil dan layanan binatu. Antar-jemput bandara dan ruang rapat juga ditawarkan.

Sarapan prasmanan Indonesia disajikan di Balla Lompoa Restaurant, yang juga menawarkan berbagai hidangan Indonesia dan Barat untuk makan siang dan makan malam. Makanan ringan dapat dinikmati di Lobby Lounge. Hidangan untuk dinikmati di dalam kamar tersedia melalui layanan kamar. “Pastinya kami selalu berusaha memanjakan tamu dengan fasilitas dan pelayanan terbaik,” tandasnya. (*)

Berkarier Sejak Usia 19 Tahun

Nama Zakaria Patiku bagi sebagian orang di masyarakat mungkin masih asing, namun di dunia perhotelan, Ia sosok yang sangat dikenal. Ia telah lama berkarier pada beberapa hotel yang ada di Sulsel hingga di pulau Bali.

Pria yang hobi sepak bola ini, memulai kariernya di dunia perhotelan sejak usia 19 tahun. Dirinya memutuskan terjun dan menggeluti dunia perhotelan ini karena kecintaannya.

Zakaria mengungkapkan, saat usianya 19 tahun berkarier di dunia perhotelan pertama kali bergabung di Group Heritace Internasional Hotel di Tana Toraja sebagai salah satu ikon hotel bintang 4. Di tempatnya yang pertama ini, Zakaria banyak belajar tentang industri perhotelan.

“Memang background saya alumni D3 Pariwisata. Makanya saya memilih berkarier di perhotelan karena senang dengan pekerjaan ini,” ujarnya saat nge-lounge bersama wartawan Harian Ujung pandang Ekspres (Upeks), baru-baru ini.

Sekarang ayah tiga putra ini mendapatkan kepercayaan menjadi pimpinan di D’Maleo Hotel. Tentunya ini adalah prestasi tersendiri karena bisa menahkodai salah satu hotel bintang 3 di Makassar ini.

“D’Maleo Hotel adalah member PHRI sekaligus anggota PHRI Sulsel yang dinahkodai oleh Bapak Anggiat Sinaga sebagai senior dan teman. Jadi, di dunia perhotelan, saya sudah makan garam,” kata suami Refina Lebang.

Selama berkarier di industri perhotelan, Pria yang hobi memancing ini tentu merasakan namanya suka dukanya. Namun, semua itu dihadapi dengan kesiapan mental yang kuat. “Karena yang kita jual adalah service atau pelayanan. Jadi kita menjual keramahan dan pelayanan baik. Kepuasan tamu kita (di hotel) menjadi prioritas,” ungkapnya.

Berbekal ilmu Managemen Pariwisata Indonesia, membuat Zakaria Patiku sukses berkarier di dunia perhotelan. Beberapa hotel yang pernah ditempatinya antara lain, Novetel di Toraja sebagai Sales and Marketing, Hotel Pantai Gapura dan Hotel Kenari Tower di Makassar serta sejumlah hotel di Bali. Dari sejumlah hotel berbintang tempatnya berkiprah, Zakaria banyak berkarier di bidang Pemasaran dan Room Division.(fajar/hms)

DATA DIRI
Nama : Zakaria Patiku
TTL : Kendari. 23 Juni 1973
Hobi : Sepak Bola, Renang dan Memancing
Pendidikan: D3 Pariwisata
Istri : Refina Lebang
Anak : 3 Orang (Putra)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top