Kadis Pendidikan Tersangka – FAJAR sulsel
News

Kadis Pendidikan Tersangka

* Polres Lutim Gelar Perkara Pungli di Sekolah

MALILI — Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur La Besse dikenal kooperatif. Terbuka kepada tim saber pungli yang dipimpin polisi. Lebih-lebih, saat digarap terkait dugaan pungli di sekolah berupa pembuatan id card dan pengecekan golongan darah. Namun, di luar dugaan, kadis pendidikan ditetapkan sebagai tersangka pungli, Selasa 7 Februari 2017.

Polres Luwu Timur menetapkan Kadis Pendidikan La Besse sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar di sekolah, Selasa 7 Februari 2017. Selain La Besse, rekanan bernama Agus Setiawan turut dijadikan tersangka. Keduanya resmi tersangka setelah hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Polres Luwu Timur, sore kemarin.

Mereka disangka melakukan pungli terkait pengecekan golongan darah, pembuatan Id card siswa, guru, dan pegawai.

”Dua orang ini terbukti bertanggungjawab soal pungli pengecekan golongan darah,” ujar Ketua Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli, Kompol Armin Anwar, kepada Palopo Pos, Selasa 7 Februari 2017, kemarin.

La Besse, kata dia, menjabat sebagai kepala dinas pendidikan Luwu Timur, Agus Setiawan disebutkan rekanan Arta Global Medika (AGM). ”Penyidik sudah menetapkan dua tersangka setelah dilakukan gelar perkara,” tambah Kompol Armin Anwar, yang ditemui di rumah jabatannya.
Keduanya Keduanya dikenakan pasal 5, 11, 12 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Hukuman paling singkat 4 tahun, paling lama 20 tahun, denda minimal Rp20 juta dan maksimal Rp200 juta.

Sebelumnya, beredar surat rekomendasi kepala dinas pendidikan Luwu tertanggal 16 Januari 2017 perihal pungutan Rp23 ribu bagi guru dan siswa untuk mengecek golongan darah di sekolah.

Surat rekomendasi nomor 410/028/I/Dik-LT/2017 itu, berdasarkan surat dari Arta Global Medika (AGM) Palopo, nomor 001/S-Pemb/PALOPO/1-12-2017 perihal rekomendasi ijin cek golongan darah plus pembuatan Id card siswa dan guru serta pegawai.

Armin menambahkan, tersangka telah terbukti menerima hadiah dengan didasari adanya rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh kepala dinas. ”Sementara pihak sekolah sendiri hanya menuruti saja,” ungkap Armin, yang juga wakil kepala Polres Luwu Timur.

Apa tanggapan La Besse? Kadis pendidikan Luwu Timur mengaku kaget mendengar kabar dirinya ditetapkan tersangka oleh tim saber pungli. ”Saya belum tahu kabar ini. Tapi tunggu saya cek,” ujar La Besse, kepada Palopo Pos.(krm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top