Kejar Fee Rp50 Ribu, Pelajar SMA Trsansaksi Narkoba di Benteng – FAJAR sulsel
News

Kejar Fee Rp50 Ribu, Pelajar SMA Trsansaksi Narkoba di Benteng

* Di Malili, PNS Positif Narkoba Bertambah Jadi 16 Orang

PALOPO — Apes bin sial dialami pelajar SMA bernama Dwiky. Di usianya yang masih 18 tahun, warga Jalan Anggrek ini harus menghabiskan masa remajanya di balik jeruji. Dia terancam hukuman badan selama 20 tahun penjara lantaran mengejar fee sebesar Rp50ribu.

Dunia pendidikan di Kota Palopo lagi-lagi tercoreng. Salah seorang pelajar tertangkap tangan usai transaksi narkoba di Jalan Benteng Raya, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Timur, Senin 6 Februari 2017, pukul 21:00 Wita.

Belakangan diketahui, pelajar yang masih duduk di bangku kelas III SMA ini sudah lama menggeluti bisnis sabu-sabu. Perannya sebagai kurir narkoba. Dia menjadi perantara antara pengguna dan pengedar.

Pelajar tersebut bernama Dwiky. Usianya 18 tahun. Dia tinggal di Jalan Anggrek, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Saat diinterogasi penyidik, Dwiky mengaku sudah sering melakukannya.

Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud, kepada Palopo Pos, Selasa 7 Februari 2017 kemarin, mengatakan, selain menangkap seorang pelajar yang diduga kuat sebagai kurir narkoba, polisi juga menangkap warga Jalan Andi Djemma. Namanya Muh Yafit, 21 tahun. Pemuda ini mengaku pengangguran kepada petugas.

“Ada informasi dari masyarakat. Lalu, kita tindaklanjuti di lapangan. Di salah satu rumah di Jalan Benteng Raya, kami mendapati Dwiky baru saja melakukan transaksi sabu-sabu,” kata Maulud.

Saat ditangkap, polisi menemukan 1 sachet berisi kristal bening ditubuhnya. Dwiky mengaku sabu-sabu itu bukan miliknya tetapi milik temannya bernama Yafit. Hanya saja, saat meringkus Dwiky, penjualnya berhasil melarikan diri dan masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari keterangan Dwiky, polisi akhirnya meringkus Yafit. Keduanya digiring ke ruang Sat Res Narkoba Polres Palopo untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Termasuk pengambilan sampel urine untuk diperiksa di Labfor Makassar.

“Dwiky mengaku perannya sebagai kurir. Ada yang memesan barang, Dwikylah yang pergi membeli barang sabu-sabu itu. Dari jasa layanannya itu, apabila pemesan membeli 1 saset, harga yang ditawarkan Rp300 ribu. Dari Rp300 ribu itu, Dwiky mengaku mendapat upah Rp50 ribu,” jelas AKP Maulud.

Ironisnya, lantaran mengejar upah Rp50 ribu saja, Dwkiy terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Dia dijerat pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan Yafit dijerat pasal 112. “Yafit ditangkap bukan saat mengkonsumi sabu, tetapi sebagai pemilik sabu, makanya dikenakan pasal 112 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya.

BERTAMBAH

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan, PNS yang diduga positif narkoba bertambah jumlahnya. Awal pemeriksaan urine, diumumkan delapan, masuk sore hari, data dari BNK bertambah jadi 14. Kemarin, bertambah lagi dua orang yang diduga positif. Jadi 16 orang.

Irwan Bachri Syam, yang juga ketua BNK Luwu Timur, tidak mau membuka SKPD asal dan jabatan PNS tersebut. ”Mereka ini tersebar di beberapa SKPD,” ujar Irwan Bachri Syam, kepada Palopo Pos.

Berapa laki-laki dan perempuan? Dari 14 yang diduga positif narkoba, perempuan 4 orang, laki-laki 10 orang. Kemudian dua orang belum diketahui jenis kelamin.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai upacara di halaman kantor bupati Luwu Timur, Bupati Lutim HM Thoriq Husler didampingi Wakil Bupati Lutim Irwan Bachri Syam mendadak menginstruksikan seluruh pegawai baik ASN maupun honorer tidak langsung bubar.

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan, pengambilan sampel urine ini dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai baik ASN maupun tenaga upah jasa di lingkup Pemkab Luwu Timur bebas dari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.

Ia menambahkan, semua pegawai harus menjalani tes narkoba. Bagi yang berhalangan hari ini, tetap akan dipastikan untuk mengikut tes di lain waktu. “Jika dari hasil nantinya ditemukan ada pegawai yang positif narkoba, maka kita akan lakukan rehabilitasi bagi yang bersangkutan dan sanksi lainnya sesuai aturan yang berlaku,” ujar Irwan.

Peredaran narkoba di Luwu Timur terbilang cukup marak. Terjadi di kalangan masyarakat. Hal ini dibuktikan banyaknya sindikat pemakai dan pengedar atau bandar tertangkap tangan dari pihak polisi akhir-akhir ini.

Selain masyarakat, barang haram tersebut juga merambah di kalangan PNS di Luwu Timur.
Langkah yang dilakukan BNK Lutim ini bertujuan mencegah peredaran narkoba di Bumi Batara Guru. Hal tersebut mendapat apresiasi yang setinggi-tingginya dari pihak posko perjuangan rakyat (Pospera) Lutim.

Menurut Ketua Pospera, Erwin R Sandi, mengatakan, Pospera Luwu Timur memuji langkah Pemkab Luwu Timur dalam upaya pemberantasan dan penanggulangan bahaya narkotika di lingkup ASN. “Saya sangat mengapresiasi langkah bapak bupati dan BNNK Lutim yang melakukan tes urine mendadak,” ungkapnya, Selasa 7 Februari 2017. Lanjutnya, ia berharap hal serupa juga dilakukan terhadap seluruh anggota DPRD Lutim.(mg10-ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top