Kejari Periksa Penerima Dana Kube – FAJAR sulsel
News

Kejari Periksa Penerima Dana Kube

* Mengaku Hanya Terima Rp 650 Ribu

REPORTER: DEDI
EDITOR: SUPARMAN

JENEPONTO, RADAR SELATAN.CO.ID — Kasus dugaan penyelewengan dana bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) mulai diselidiki Kejaksaan Negeri (Kajari) Jeneponto. Sebanyak sembilan orang penerima dana bantuan tersebut diperiksa oleh penyidik kejaksaan, Senin 6 Februari lalu.

Kesembilan penerima yang diperiksa merupakan warga Kampung Ta’bingjai, Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba. Pemeriksaan berlangsung di ruang Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Jeneponto, Tuwo. Mereka diperiksa untuk dimintai kereanga terkait mekanisme dan jumlah dana yang diterima.

Kasi Intel Kejari Jeneponto, Tuwo yang coba dimintai keterangan terkait pemeriksaan tersebut enggan berkomentar banyak. Menurutnya, kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan.

“Mohon maaf saya belum bisa memberikan keterangan terkait hasil pengambilan keterangan ke sembilan korban tersebut. Insya Allah, saya akan publikasikan setelah dapat izin dari kepala kejaksaan. Ta-pi benar kita panggil sembilan korban penerima dana Kube dari Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba”, singkatnya usai pemeriksaan.

Sementara itu, Muh. Azis, salah seorang penerima dana Kube yang menghadiri pemanggilan jaksa mengaku bahwa dirinya diberikan sejumlah pertanyaan oleh jaksa. Salah satunya terkait jumlah riil dana bantuan yang diterima.

“Saya hanya dikasi Rp 680 ribu dari pendamping kelompok. Pendamping kelompok saya namanya Saroddin”, ungkapnya usai diperiksa.

Hal senada juga diungkapkan Samsuddin, penerima dan Kube lainnya yang juga dimintai keterangan oleh jaksa. “Saya ditanya oleh jaksa, berapa yang saya terima dan saya gunakan untuk apa? Saya bilang, saya hanya dapat Rp 650 ribu, dan dana tersebut masih saya simpan karena tidak cukup untuk beli bibit kambing”, bebernya.

Diketahui, terdapat tujuh kelompok di Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba yang menerima bantuan usaha dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2016 sebagai modal usaha peternakan kambing. Bantuan ini dikoordinir langsung oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial Kabupaten Jeneponto.

Dari data yang diperoleh, secara keseluruhan terdapat 50 kelompok di Kabupaten Jeneponto yang menerima bantuan serupa. Satu kelompok beranggotakan 10 orang, masing-masing anggota seharusnya menerima bantuan sebesar Rp 2 juta. Namun dalam pelaksanaannya diduga dana tersebut disunat oleh oknum pendamping. (RADAR SELATAN

loading...
Click to comment
To Top