Pemda Siapkan Anggaran Rp2,33 Miliar – FAJAR sulsel
News

Pemda Siapkan Anggaran Rp2,33 Miliar

*Nasib 163 Honorer SMA-SMK Sudah Jelas

MALILI–Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), kini di ambil alih Pemerintah Provinsi Sulsel.
Imbas dari itu, banyak tenaga non PNS yakni guru honorer, staf dan security mempertanyakan mengenai upah yang akan di terima tiap bulannya. Pasalnya Pemprov Sulsel telah menghentikan program dana pendidikan gratis.

Terkait dengan itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Lutim tidak tinggal diam. Buktinya, Pemda masih memperhatikan nasib para tenaga non PNS, itu dibuktikan anggaran sebesar Rp2,33 miliar, disiapkan Pemda untuk membayar gaji guru non PNS.

Jumlah tenaga non PNS tingkat SMA dan SMK se Lutim sebanyak 195 orang, dengan rincian guru 163 orang sementara 32 orang terdiri dari staf dan security.

“Tahun ini Pemda menyiapkan anggaran untuk pembiayaan upah tenaga non PNS sebesar Rp2,33 miliar, meskipun Pemprov tidak membiayai, tapi Pemda masih siap,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lutim, La Besse kepada Palopo Pos, di ruang kerjanya, Selasa 7 Februari 2017.

Ditanya soal jangka waktu pengucuran anggaran tersebut, La Besse mengatakan, Pemda akan membantu sampai Pemrov Sulsel mengambil alih penganggaran tersebut.

“Kalau Pemprov sudah mengambil alih, tentunya daerah akan menghentikan dan mengalihkan pada item program lainnya,” kuncinya.

Diberitakan sebelumnya, honorer SMA-SMK mulai dari PNS dan Tenaga Honorer mulai 1 Januari 2017 beralih ke Provensi. Untuk itu, mulai dari administrasi secara fisik dan juga terkhusus tenaga pendidik sudah beralih ke Provinsi dan otomatis semua kebijakan sudah diambil alih Pemprov Sulsel, termasuk salah satunya gaji dan tunjangan para guru sudah dibiayai Pemprov.

Tapi hal itu baru dialamatkan ke guru yang berstatus PNS. Sementara guru honorer, sampai saat ini belum jelas nasibnya. Hanya saja, Pemkab Lutim sudah siap mengalokasikan dana guna membayar gaji guru honorer di Bumi Batara Guru.

“Sejauh ini belum ada kepastian, apakah guru honorer SMA-SMK akan digaji oleh Pemprov atau Pemkab. Karena sampai saat ini belum ada aturan yang keluar, tapi kami di Lutim siap membayar upah mereka,”kata La Besse.

Dikatakanya, berdasrkan informasi yang diperolehnya, di Provinsi ada 17 ribu honorer yang sementara dipikirkan Pemerintah Provinsi Sulsel. Semenatara khusus data untuk Lutim ada 163 tanaga pengajar yang berstatus honorer yang juga menunggu kepastian.

“Meski begitu, semuanya itu diluar tanggungan dengan kewenangan kita, karena semua pengelolaan diambil alih provinsi,”jelasnya.(krm/mg10/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top