Proyek Jembatan Rp30 M Segera Dibangun – FAJAR sulsel
News

Proyek Jembatan Rp30 M Segera Dibangun

69 Kuburan Dipindahkan

BULUKUMBA,UPEKS.co.id — Pengerjaan jembatan muara Sungai Bialo yang menghubungkan Lingkungan Jln. Menara dan Lingkungan Kampong Nipa tembus depan Masjid Islamic Center Dato Tiro tahap pertama segera terwujud.

Terkait itu, pemkab verifikasi lokasi pembangunan jembatan serta lahan jalan menuju jembatan. Kehadiran jembatan dinilai sangat penting, karena satu-satunya jembatan menghubungkan poros jalan nasional di tengah kota Bulukumba adalah jembatan Teko.

Jika jembatan Teko rusak, akses lalu lintas kota Bulukumba terputus. Solusinya, pemkab akan membangun satu lagi jembatan di Sungai Bialo yang membelah kota Bulukumba.

Rencana itu dibahas saat rapat kerja SKPD bersama Komisi C DPRD di ruang rapat Wakil Bupati Bulukumba, Senin (6/2/17).
Ketua Komisi C Andi Pangerang dan anggota, CH Patudangi mengatakan terkait proyek itu, semua prasyarat harus dipenuhi, termasuk anggaran harus terprogram jelas.

“Kita berharap sesuai janji pemerintah pusat, mereka akan membantu pembangunan jembatan. Syaratnya, pemkab persiapkan segalanya termasuk pembebasan lahan,” tegas Andi Pangerang.

dalam rapat terungkap, lokasi pembangunan jembatan masuk area Water Front City Section 2, sehingga tidak memerlukan lagi izin Amdal.

Selanjutnya terdapat 69 kuburan dalam areal pembangunan harus dipindahkan. Pihak keluarga sepakat pemindahan jenazah ke TPU Taccorong. Aggaran pemindahan Rp100 juta yang melekat di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Plt. Dinas PU, M Amry mengatakan anggaran pembangunan jembatan muara sungai Bialo diproyeksikan Rp30 M. Tahap awal, pemkab anggarkan Rp10 miliar di 2017 untuk pekerjaan pondasi.

Wabup memandaskan, jembatan itu akan jadi ikon baru Bulukumba. Kelak tak hanya sebagai jembatan penyeberanga, namun harus didesain untuk pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar serta dapat jadi obyek wisata baru Bulukumba.

Tomy menekankan segera lakukan pemindahan kuburan, SKPD terkait harus melakukan verifikasi atas lahan yang dikuasai masyarakat dengan melakukan pendekatan kekeluargaan. (suf/arf).

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top