Toraja Masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional – FAJAR sulsel
News

Toraja Masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pariwisata Toraja kini hampir pasti akan menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Posisi itu membuat pariwisata andalan Sulsel ini mendapat jaminan soal pengembangannya, termasuk jaminan soal penganggaran.

Deputi Koordinasi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek dan Budaya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin mengatakan, soal pengembangan sektor pariwisata memang sudah ada PP-nya, dan pariwisata Toraja akan masuk dalam program KSPN.

Dengan demikian, maka fokus pengembangannya yakni membenahi akses menuju destinasi Itu, salah satunya pembenahan infrastruktur lapangan udara.

“Bandara akan ditinjau langsung. Anggaran dari Kemenhub untuk penambahan landasan pacu sudah ada. Hanya kami mau fokus yang mana yang bisa kita kembangkan, apakah Bandara Pontiku atau Bandara Buntu Kunik,” ungkap Safri, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (7/2/17).

Untuk saat ini, lanjut dia, belum ada kepastian bandara mana yang akan dikembangkan, karena pihaknya baru akan menurunkan tim untuk melakukan kajian. “Biarkan tim yang mengkaji dan memutuskan secara teknis yang fisible dikembangkan lebih lanjut,” katanya.

Menurutnya, masalah pengembangan pariwisata Toraja sebenarnya telah ditindaklanjuti Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan sesuai arahan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla.

“Jadi daerah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, akan dibiayai oleh Bank Dunia walaupun anggarannya saat ini belum masuk. Kita coba membahas itu agar bisa dimasukkan dalam program berikutnya,” katanya.

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae mengatakan, selama ini pemda sudah berkomitmen untuk mengembangkan wisata di Toraja. Menurutnya, Pariwisata Toraja memang harus dikembangkan menjadi wisata utama sehingga bisa menjadi energi pariwisata di Sulsel.

“Prioritas kita sekarang adalah pengembangan Bandara Buntu Kunik. Ini harus terbangun kalau kita mau bicara soal pariwisata, tidak ada alternatif lain. Semua pihak harus mendukung rencana ini,” katanya.

Khusus Tana Toraja, kata dia, memiliki 9 destinasi yang akan dikembangkan. Sedang Toraja Utara terdapat 19 destinasi yang juga akan dikembangkan.

“Tapi intinya adalah percepatan pembangunan Bandara. Karena sekarang zamannya kan harus cepat,” katanya.
Menanggapai masalah akses, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategi BPIW Kementerian PUPR, Hadi Sucahyono menegaskan, tugas Kementrian PUPR dalam pengembangan kawasan ini diprioritaskan pada penanganan jalan nasional menuju Toraja.

“Nanti kita ada tambahan dukungan seperti bandara. Tapi pastikan dulu, Kemenhub pasti bangun (bandara) dimana? Jangan sampai kita bangun, mereka (Kemenhub) tidak bangun. Hal ini akan kita koordinasikan dengan Kemenhub,” jelasnya.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top