Budaya Pengaruhi Perkembangan Daerah – FAJAR sulsel
News

Budaya Pengaruhi Perkembangan Daerah

Talkshow di Universitas Fajar

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Public Relations Universitas Fajar (Unifa) Makassar menggelar talkshow untuk memenuhi tugas ujian akhir mata kuliah, di Grand Malebu Hotel.

Talkshow ini mengusung tema ‘Makasar dari Masa ke Masa’ yang menghadirkan Wakil Walikota Makassar Syamsul Rizal dan Prusdianto Jalil selaku Dosen Fakultas Seni dan Teater UNM.

Syamsul Rizal mengatakan Kota Makassar memiliki keanekaragaman mulai ras, suku, budaya, dan etnis. Dengan keanekaragaman ini masyarakat dapat membentuk suatu persatuan dan perlu dilestarikan dari berbagai pihak. Utamanya mahasiswa yang merupakan generasi penerus.

“Kebudayaan yang kita miliki mengalami perkembangan dari masa ke masa. Tapi perkembangan ini tidak boleh meninggalkan budaya lokal yang kita miliki,” tuturnya.

Daeng Ical– sapaan akrab Syamsu Rizal berharap kepada seluruh lapisan masyarakat, utamanya mahasiswa dari berbagai suku, budaya, dan etnis tetap menjaga persatuan tanpa membedakan.

Adapun Prusdianto Jalil, menjelaskan Kota Makassar jika ditinjau dari kebudayaan mengalami perkembangan cukup signifikan. Tapi Makassar tetap mempertahankan kebudayaan lokalnya.

Itu ditandai dengan budaya monumental yang berasal dari Kota Makassar tetap dipertahankan saat ini. Seperti Baju Bodo yang sudah dikenal secara nasional bahkan internasional.

“Secara umum sebagai orang Bugis kita memiliki budaya. Termasuk Laga Ligo di Kabupaten Luwu yang merupakan kitab terpanjang yang ada di dunia. Kitab ini mengalahkan kisah Ramayana, itu merupakan milik orang Sulawesi yang perlu dilestarikan,” pungkasnya.

Lanjut Prusdianto, perkembangan suatu daerah harus starting dari seni. Kemudian perkembangan seni yang ada di Makassar tak terlepas dari perkembangan seni yang ada di Sulsel.

“Perkembangan suatu daerah tidak terlepas dari perkembangan seni dan budaya yang ada di daerah itu. Karena budaya dapat mendokumentasikan segala apa yang terjadi di daerah, kemudian terbentuk dan akan dibungkus dalam bentuk seni,” tutup Prusdianto. (mg05/mah)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top