Jembatan Ambruk, Pelajar Gunakan Rakit – FAJAR sulsel
News

Jembatan Ambruk, Pelajar Gunakan Rakit

BELOPA — Banjir bandang yang melanda Kabupaten Luwu pada Januari lalu mengakibatkan akses satu dusun masyarakat Desa Paccerakang terputus.

Untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mereka terpaksa menggunakan rakit atau memutar jalan sejauh 8 Kilometer.

Rusaknya jembatan gantung yang menghubungkan tiga desa dari tiga kecamatan ini mengancam keselamatan siswa Sekolah Dasar (SD) yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Jembatan gantung yang ambruk ini memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar sekitar satu meter. Jembatan ini sangat strategis karena menghubungkan tiga desa pada tiga kecamatan yakni Desa Paccerakang Kecamatan Ponsel, Desa Kamburi Kecamatan Bupon dan Desa Sumabu Kecamatan Bajo.

“Akibat jembatan yang terputus ini, aktivitas perekonomian terganggu. Sebab jembatan ini satu-satunya sarana untuk keluar ke jalan poros provinsi Pak,” tutur Kalandung, salah seorang warga disana.

Dari pantauan Palopo Pos menyebutkan, rusaknya jembatan ini tidak hanya mengganggu roda perekonomian masyarakat, namun yang paling membahayakan juga mengancam nyawa siswa sekolah dasar dan siswa SMP di sekitar lokasi tersebut.

Demi menuntut ilmu para siswa harus menggunakan rakit yang dibawahnya mengalir deras arus Sungai Paremang dan sangat dalam.

“Kalau kami lewat jembatan gantung yang sebelah luar sana Pak sangat jauh berputar dan butuh biaya besar, makanya anak saya tetap ke sekolah dengan menggunakan rakit. Tetapi saya sadari Pak ini sangat berbahaya terhadap keselamatan anak saya dan anak-anak yang lain kalau tidak segera dibenahi,” tutur Agustina warga Desa Paccerakang yang berdomisili dekat jembatan tersebut.

Untuk diketahui, puluhan siswa SD dan SMP di Desa Paccerakang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulsel harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai menuju sekolah. Jembatan gantung yang biasanya dilintasi para pelajar itu terputus akibat banjir yang terjadi beberapa pekan lalu, tepatnya 23 Januari 2017.

Terkait hal itu, mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, segera memperbaiki jembatan yang menghubungkan Dusun Padangbajo dan Dusun Paccerakang itu.
“Minimal ada upaya membantu masyarakat, misalnya menyediakan perahu karet atau apa saja yang bisa digunakan siswa dan guru untuk menyeberang sungai,” jelas Kalundung.

Akibat kondisi tersebut warga bergotong royong membuat rakit sementara, selain itu ada juga yang memilih jalur memutar sejauh 8 Kilometer.(fan/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top