Kadisdik Lutim Sempat Hentikan Pungli Rp23 Ribu – FAJAR sulsel
News

Kadisdik Lutim Sempat Hentikan Pungli Rp23 Ribu

MALILI — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Luwu Timur, La Besse, tidak membantah soal adanya rekomendasi tersebut. Kata dia, seluruh akibat dari rekomendasi itu akan menjadi tanggungjawabnya. Katanya, ia selaku kadis sempat menghentikan pungutan tersebut.

“Rekomendasi itu benar dan untuk masalah ini saya yang tanggung jawab ndi,” ujarnya saat menjalani pemeriksaan di tim saber pungli, beberapa waktu lalu. Ia saat itu belum ditetapkan sebagai tersangka.

Cek golongan darah ini, kata La Besse, bertujuan semata-mata hanya untuk mengetahui golongan darah saja. Itu dilakukan karena rupanya masih banyak para guru apalagi siswa yang saat ini belum mengetahui golongan darahnya.

“Namun, semua sudah dihentikan, biaya tersebut kata pengelolanya untuk biaya pemeriksaan, pemotretan dan pembuatan kartu,” ungkap La Besse.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini dilapor Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Luwu Timur, Erwin R Sandi. Ia melaporkan dugaan pungli di sekolah sebesar Rp23 ribu, untuk cek golongan darah untuk siswa dan guru di sekolah.

Pungutan atas dasar surat rekomendasi yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur La Besse, dikeluarkan di Malili tertanggal 16 Januari 2017.
Tim Saber Pungli terdiri dari kejaksaan, Pengadilan Negeri (PN), polisi, inspektorat, dinas perhubungan, TNI dan kepala bagian hukum.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang pernah mengatakan jangankan puluhan atau ratusan juta, urusan Rp10 ribu akan diusut.
Surat rekomendasi nomor 410/028/I/Dik-LT/2017 itu, berdasarkan surat dari Arta Global Medika (AGM) Palopo, nomor 001/S-Pemb/PALOPO/1/12/2017 perihal rekomendasi ijin cek golongan darah plus pembuatan Id Card siswa dan guru serta pegawai.

Salah satu poin surat tertulis: bagi guru dan siswa yang akan cek golongan darah akan dikenakan biaya sebesar Rp23 ribu/orang.(krm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top