KUR Sulsel Rp10 Triliun – FAJAR sulsel
News

KUR Sulsel Rp10 Triliun

Target 2017

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Provinsi Sulsel tahun ini mengucurkan kredit usaha rakyat sebesar Rp10 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan jumlah KUR yang disalurkan sepanjang 2016 lalu yang hanya Rp5 triliun. Penyaluran KUR akan diberikan kepada sejumlah bank penyalur seperti bank BRI, BNI dan Mandiri.

“Kami siap memfasilitasi UKM di Sulsel agar mendapat akses pembiayaan. Tahun ini, ada sekitar Rp10 triliun KUR yang akan dikucurkan untuk UKM,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sulsel, Syamsu Alam, di Kantor Gubernur, Rabu (8/2/17).

Menurutnya, salah satu upaya mempercepat penyerapan KUR, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengumpulkan pemimpin wilayah bank penyalur bersama seluruh asosiasi UKM se-Sulsel.

“Kami berharap, dengan fasilitasi pertemuan itu, semua bank penyalur bisa bergerak lebih cepat melakukan survei kelayakan usaha. Sehingga proses pencairannya bisa lebih cepat,” katanya.

Tahun ini, kata Syamsu, Diskop dan UKM juga akan melakukan pendataan secara ril terhadap UKM di Sulsel. Berdasarkan data yang ada di Dinas KUKM di Sulsel, jumlah UKM di Sulsel mencapai 916.232 unit. Terdiri dari 797.081 usaha mikro, 114.656 usaha kecil, dan 3.185 usaha menengah.

“Supaya valid, kami bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan menggunakan sistem komputerisasi,” lanjutnya.
Terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Dinas Koperasi dan UKM Sulsel akan melakukan pelatihan-pelatihan. Tahun ini, Dinas KUKM Sulsel juga akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) baru yang mengatur tentang Koperasi dan UKM karena, ada perubahan undang-undang.

Selain itu, Dinas KUKM Sulsel juga fokus untuk pengembangan koperasi. Berdasarkan SK Gubernur Nomor 20017/IX/2016, tentang Penunjukan BUMN, BUMS, dan BUMD dalam rangka pembinaan koperasi percontohan retail Gubernur Sayang Mart Sulsel, maka dilakukan pembinaan terhadap Koperasi Inti dan Koperasi Unggul. Di Sulsel, jumlah koperasi mencapai 8.654 unit, terdiri dari 5.391 koperasi aktif dan 3.263 tidak aktif.

“Petunjuk gubernur, karena terlalu banyak koperasi, kami akan fokus membina koperasi. Satu kabupaten, harus muncul satu koperasi percontohan. Nah, setiap BUMN membina satu Koperasi Unggul sebagai percontohan. Lahirlah, Koperasi Gubernur Sayang Mart yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Dari 3.263 koperasi yang tidak aktif, selanjutnya akan dibubarkan. Syamsu Alam membeberkan, saat ini sudah ada SK Menteri terkait pembubaran koperasi tidak aktif.

“Tahun ini akan dibubarkan 2.715 koperasi tidak aktif, dan sudah ada SK Menteri. Dalam waktu enam bulan jika tidak ada tanggapan, maka akan dibubarkan. Tapi jika ada tanggapan, akan diundang kembali untuk diklarifikasi,” tegasnya.

Sementara Menteri Koperasi dan UKM RI, AAGN Puspayoga, saat berkunjung ke Sulsel belum lama ini mengatakan, untuk mempercepat akselerasi ekonomi kerakyatan, pihaknya mulai menyalurkan KUR untuk tahun anggaran 2017.

Secara nasional, kata dia, pemerintah melalui perbankan telah menyiapkan Rp110 triliun, yang terdiri dari 80% untuk sektor mikro. Dimana, kredit maksimal Rp25 juta tanpa agunan.

“Kalau Rp110 triliun ini bisa tercapai, minimal 95%, ekonomi rakyat akan semakin menggeliat,” pungkasnya. (eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top