Menteri Naikkan Tunjangan Kinerja – FAJAR sulsel
News

Menteri Naikkan Tunjangan Kinerja

* PNS yang Bergelut di Arsip

PALOPO — Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani arsip sudah terbentuk di Kota Palopo. Personilnya baru 17 orang. Nantinya mereka akan mengelola arsip. Sehingga, tidak ada lagi arsip yang disimpan di bawah meja makan, lemari, dan tempat sepatu. Bagi PNS yang mengelola arsip, menteri Asman Abnur janji menaikkan tunjangan kinerjanya.

Kepala BKD Palopo, Dahri Saleng, mengatakan, untuk Badan Arsip Palopo baru terbentuk kurang lebih satu bulan yang lalu. Ia juga menyebutkan, tenaga yang ada di Badan Arsip sekitar 17 orang. Di antaranya sudah mendapatkan ilmu kearsipan.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengaku kecewa dengan sistem arsip baik di instansi pusat maupun daerah. Dikatakan, banyak yang tidak perhatian dengan sistem arsip karena dinilai bukan pekerjaan populer.

”Banyak yang anggap enteng arsip. Padahal, ini adalah pekerjaan vital. Terbukti banyak daerah yang capaiannya gagal karena datanya tidak menunjang,” kata Asman, saat membuka Rakor Pembinaan Jabatan Fungsional Arsiparis di Jakarta, Selasa 7 Februari 2017.

Diceritakannya, saat berkunjung ke daerah dan mencari penyimpanan arsip akte kelahiran, ternyata disimpan di lemari yang disatukan dengan penyimpanan makanan, helm, dan sepatu.
Bahkan, di beberapa instansi pusat, tidak ada ruangan khusus menyimpan arsip. Arsip hanya diletakkan di rak paling bawah.

“Saya prihatin dengan pengelolaan arsip. Berikutnya, saya akan wajibkan seluruh SKPD untuk mengurus arsip dengan baik. Arsiparis harus orang pintar, bukan PNS yang sudah masuk kotak diarsipkan,” imbuhnya.

Untuk menghargai tenaga arsiparis, menurut Asman, pihaknya akan menaikkan tunjangan kinerja bagi PNS yang mau menggeluti bidang arsip. Sebab, arsip itu sangat penting dan urusan vital.

Ia sendiri mengapresiasi daerah yang telah membentuk OPD khusus menangani arsip. Termasuk Kota Palopo telah membntuk OPD baru tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan, mengatakan, penambahan jumlah Arsiparis pada lembaga negara, pemerintah daerah dan perguruan tinggi negeri merupakan hal mutlak untuk mendukung terwujudnya tertib arsip.

Sejatinya, setiap arsip yang tercipta dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi harus dikelola oleh Arsiparis.

Jumlah Arsiparis yang dibutuhkan, minimal satu orang untuk setingkat eselon III atau eselon II.
Pemenuhan kebutuhan Arsiparis harus memanfaatkan peluang yang ada, khususnya pegawai honorer yang telah diangkat sebagai PNS.

Juga dimungkinkan pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Arsiparis dari Pegawai Negeri Non PNS, yaitu pegawai pemerintah berdasarkan perjanjian kerja, serta diprioritaskan pada Jabatan Fungsional Umum yang telah melaksanakan kegiatan kearsipan seperti agendaris, sekretaris dan penata usahaan serta Jabatan Fungsional Umum lainnya.

Pemenuhan kebutuhan Arsiparis ini harus dilakukan secara massal dan masif, seiring sejalan dengan telah dicanangkannya Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA), di mana salah satu unsurnya adalah tertib dalam penyediaan sumber daya manusia kearsipan khususnya Arsiparis.(ich/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top