Najamuddin Serap Aspirasi Warga Desa Tawakua – FAJAR sulsel
News

Najamuddin Serap Aspirasi Warga Desa Tawakua

ANGKONA–Anggota DPRD Lutium, Dapil I yang meliputi, Kecamatan Malili dan Kecamatan Anbgkona, Najamuddin, menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Kegiatan yang dilaksanakan, Rabu 8 Februari 2017 itu, dirangkaikan dengan reses perorangan yang di sebut temu konstituen.

Berlangsung di Aula Kantor Desa Tawakua, Kecamatan Angkona, Kabupaten Lutim, dihadiri Camat Angkona, perwakilan Dinas Tarkim, PU, Pertanian, Pendidikan, Kades Tawakua, Kades Bali Rejo dan Kades Watampanua serta ratusan masyarakat Desa Tawakua.

Dalam kesempatan tersebut Camat Angkona, Muh Rizki Alamsyah mengatakan, pihaknya berharap keberadaan anggota DPRD bisa membawa manfaat dan berkah yang lebih luas, serta penjaringan aspirasi masyarakat Angkona khususnya di Desa Tawakua, bisa menjadi skala prioritas.

“Saya berharap wakil kita dapat melihat dan memberikan perhatian dan mewujudkan Tawakua bisa lebih maju sesuai dengan visi misi pimpinan daerah Lutim Termuka 2021, ” kata Muh Rizki, sore kemarin.

Senda dengan itu, Najamuddin yang berada di Komisi III DPRD Lutim, mengatakan, reses tersebut di lakukan anggota dewan berdasarkan perintah UU MD3, Bamus, UU 23 dll.
Mengawali kegiatan ini kami ingin mendengar usulan masyarakat dari usulan beberapa tahun lalu yang tidak tercapai.

“Usulan ini akan diurut yang mana jadi skala proritas, serta tidak keluar dari visi misi bupati yakni pendidikan, jalan dan persawahaan,” ujar Naja, panggilan akrap Najamuddin.
“Tahun ini Kecamatan Angkona akan dibangunkan Polsek di Solo,” tambah Naja.

Lanjutnya, apa yang menjadi usulan musrembang desa, nanti akan disusun dengan baik agar dapat di relisasikan pada paripurna.

“Reses kali ini merupakan bagian dari perencenaan, jadi reses perorangan di singkrongkan dengan musrembang, mari kita samakan presepsi apa yang menjadi skala proritas yakni sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan,” tandas Naja.

Di tambahkannya, semua usulan tidak ada lagi yang baru kecuali mendesak, seperti pembangunan di desa bali rejo ada pustu terancam longsor maka mereka meminta bronjong.
“Saya harap di desa ini mengusulkan yang betul-betul skala proritas nanti kita cek lokasi yang di maksud betul tidak usulan tersebut merupakan skala proritas,” jelasnya.(mg10/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top