Oknum Samsat Makassar Dituding Pungli – FAJAR sulsel
News

Oknum Samsat Makassar Dituding Pungli

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Meski pemerintah telah menegaskan agar semua pelayanan administrasi tidak ada lagi pungutan liar (Pungli), namun hal tersebut masih saja ditemukan. Seperti yang terjadi di Satuan Pelayanan Satu Atap (Samsat) Makassar, Jl Mappanyukki.

Penegasan pemerintah dan pembentukan Saber Pungli, seakan dikesampingkan oleh oknum Samsat Makassar. Pasalnya, masyarakat wajib pajak masih saja harus mengeluarkan uang lebih untuk mengurus administrasi kendaraan.

Padahal sudah jelas, setiap warga hanya membayar biaya administrasi sesuai dengan aturan. Begitupula saat membayar pajak kendaraan. Masyarakat hanya dianjurkan untuk membayar sesuai yang tertera pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Namun, hal itu berbeda yang dilakukan salah seorang wajib pajak. Saat membayar pajak kendaraannya di Samsat Makassar, warga yang enggan disebutkan namanya itu mengaku heran usai membayar pajak kendaraanya. “Saya hanya heran saja, karena yang tertera di dalam STNK Rp307. 500. Tapi oknum petugas di Samsat menyuruh bayar Rp350.000, ” akunya.

Dia menyebutkan, dirinya paham dengan Peraturan Pemerintah (PP) 60 yang baru-baru ini diterapkan di seluruh Samsat se-Indonesia. Dimana, PP 60 itu mengatur adanya kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tentang retribusi biaya STNK dan bukan pajak.

“Saya paham soal itu, bahkan ada biaya yang tertera. Tapi, kok sudah ada biaya yang tertera tetap saja disuruh membayar lebih. Padahal setahu saya, meski biaya naik tetap dibayar sesuai yang tertera,” kesalnya.

Terpisah, Pamin 1 Samsat Makassar, Iptu Ade Firmasnyah dikonfirmasi menampik adanya Pungli tersebut. Bahkan Ade menegaskan, di Samsat Makassar sudah tidak ada lagi bentuk-bentuk percaloan dan Pungli.

“Di Samsat itu sudah tidak ada lagi bentuk-bentuk percaloan dan pungli. Sudah zona Zero di Samsat. Jadi, saya tidak yakin dengan adanya seperti itu,” kilahnya.

Di pintu masuk Samsat Makassar, kata Ade, sudah ada penyampaian hindari calo dan Pungli. Dipapan himbauan itu pun, masyarakat diharapkan agar mengurus dan membayar adaministrasi maupun pajaknya sesuai dengan yang tertera di PNBP.

“Kita memang sudah memasang papan himbauan. Papan himbauan itu dipasang agar masyarakat mengetauinya. Begitupula dengan petugas kami di Samsat, ” katanya via seluler, Selasa (7/2/17).

Adanya kabar tersebut, pihaknya mengimbau kepada wajib pajak agar mengurus administrasinya, baik bayar pajak dan lainnya, jangan membayar diluar yang tertera pada PNBP.

“Saya sangat menghimbau kepada wajib pajak mengurus administrasi, baik bayar bajak dan lainnya, jangan sekali-kali transaksi diluar yang tertera di PNBP. Karena, itu sudah aturan,” imbuhnya.(jay/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top