Pembangunan Pesona Grang Wasuponda Dihentikan – FAJAR sulsel
News

Pembangunan Pesona Grang Wasuponda Dihentikan

*Baharuddin: Belum Punya Izin Sudah Berani Membangun

WASUPONDA–Aktivitas proyek pembangunan perumahan di Kecamatan Wasuponda Kabupaten Lutim, tepatnya di Desa Balambano, dihentikan paksa Satpol PP Lutim. Pasukan pengawal Bupati dan Wabup Lutim itu, saat menghentikan pengerjaan di backup jajaran Polsek Wasuponda.

Penghentian sementara tersebut di sebabkan tidak adanya izin mendirikan bangunan dan izin pendukung lainnya yang di kantongi pihak pelaksana.

Sementara pelaksanaan pembangunan perumahan yang di sebut Pesona Grand Wasuponda ini diketahui sudah berjalan sekitar dua pekan. Tampak alat berat berupa ekscavator dan kendaraan roda enam sudah beroperasi hingga penertiban yang dilakukan, Selasa 6 Februari 2017.

Selain itu, pihak pelaksana mendirikan umbul-umbul berlambangkan bank yang di anggap bekerja sama seperti BNI, BRI dan Mandiri, tidak terima umbul-umbul tersebut dipasang pihak bank mencabut dengan alasan tidak ada konfirmasi sebelumnya.

Anehnya, belum mengantongi izin pihak pelaksana sudah berani menerima uang muka dari masyarakat agar segera dibangunkan perumahan.

Usai menertibkan Satpol PP yang dipimpin Baharuddin selaku Penyidik PNS membahas persoalan ini bersama pihak pelaksana yakni Herman sekaligus diikuti Kapolsek Wasuponda Elly Kendek, Jony Pataby selaku Camat serta Kades Ledu-Ledu Andi Ahmad.

Dalam pernyataannya, Herman selaku pelaksana mengatakan, biasanya dirinya biasa melaksanakan pembangunan seperti ini sembari mengurus izin. Namun ketika pengerjaannya dihentikan takutnya masyarakat akan konflen ke piha perumahan.

Namun pernyataan tersebut di bantah Baharuddin penyidik PNS Satpol PP Lutim.
“Kami tidak bisa memberikan toleransi karena kami hanya pelaksana aturan jadi kalau pihak pelaksana ingin nyaman dalam membangun silahkan mengurus izin, jangan samakan daerah ini dengan daerah lainnya kami juga punya aturan jadi pelaksanaannya kami hentikan dulu,” tegas Baharuddin.

Hal senada juga disampaikan, Kapolsek Wasuponda, Elly Kendek, dirinya membenarkan pernyataan Baharuddin.

“Kami di pihak polisi hanya berbicara kantibmas ketika hal ini terus di paksakan takutnya akan terjadi konflik jadi silahkan pihak pelaksana tempuh jalur pengurusan izin,” terang Kapolsek.
Sementara itu, Kades Ledu-Ledu Andi Ahmad, menambahkan, meskipun lokasi pembangunan perumahan bukan wilayah kerjanya, tetapi pembangunan kantor pemasaran berada di daerahnya.

“Jadi sejak kehadiran pihak pelaksana sampai saat ini tidak pernah melaporkan keberadaanya ke pemerintah setempat, hal ini yang kami sesalkan kepada pelaksana,” ucapnya.(mg10/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top