Sidang Kasus Pembunuhan Warga Batara Ricuh, Massa Kejar Terdakwa – FAJAR sulsel
News

Sidang Kasus Pembunuhan Warga Batara Ricuh, Massa Kejar Terdakwa

PALOPO — Petugas dengan pengunjung sidang sempat terlibat kericuhan. Mereka saling dorong. Kedua belah pihak sama-sama ngotot. Polisi posisi bertahan. Tak ingin massa mendekati para terdakwa.

Sedangkan massa dari kerabat korban berteriak-teriak sambil mengejar terdakwa di kantor Pengadilan Negeri. Mereka nekat menerobos barikade polisi. Tapi, tak berhasil.

Meskipun demikian, mobil tahanan yang memuat dua terdakwa pelaku pembunuhan warga Batara nyaris jadi amukan massa. Beruntung, mobil tahanan Polres Palopo berhasil kabur lewat pintu belakang. Mereka berhasil lolos mengamankan terdakwa dari amukan massa yang mengejar. Itu terjadi di halaman kantor Pengadilan Negeri (PN) Palopo, Rabu 8 Februari 2017, usai menjalani sidang yang berlangsung tertutup.

Sidang kasus pembunuhan Yacobus kembali digelar. Agenda kali ini, pemeriksaan saksi. Majelis hakimnya diketuai Raden Nurhayati SH didampingi Erwino SH dan Heri Kusmanto SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo adalah Zakaria SH dan Ikram SH.

Karena terdakwanya masih anak di bawah umur, sidang digelar tertutup. Namun, terdakwa didampingi petugas Bapas dan pengacara. Berdasrkan dakwaan sebelumnya, terdakwa Oddang, 17 tahun dan Al Ghazali, 17 tahun diduga terlibat melakukan pembunuhan terhadap Yacobus alias Lobo warga Jalan Batara.

Proses persidangan ini cukup tegang. Saksi dari pihak korban dan terdakwa dihadirkan. Namun, bukan cuma saksi yang hadir, rumpun keluarga korban juga hadir. Kurang lebih 100 orang menunggu para terdakwa keluar dari ruang sidang anak.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk memimpin langsung anggotanya. Kata dia, pengamanan ini melibatkan semua satuan, termasuk bhabinkamtibmas dan para polwan.
Sejak mobil tahanan Kejari Palopo tiba di PN, satu per satu kerabat dari korban bermunculan. Sejak awal, wajah mereka sudah tak bersahabat. Tampak jelas emosi dan kemarahan tersurat. Dua terdakwa sendiri sejak turun dari mobil tahanan dikawal ketat oleh pihak kepolisian.

Sidang dimulai pukul 11:30 Wita. Sidangnya cukup lama. Kurang lebih tiga jam. Polisi berjaga di pintu ruang sidang. Jarak lima meter tak boleh ada yang mendekat. Kerabat korban meski dalam keadaan marah, terpaksa menunggu di luar ruang sidang. Ada yang duduk di pinggir ruang sidang, di bawah pohon dan kursi yang disediakan PN.

Sekitar pukul 15:20 Wita, sidang selesai. Tampak para terdakwa keluar dari ruang sidang. Massa menyambutnya dengan teriakan-teriakan. Ada yang berteriak ‘nyawa dibayar nyawa’ dan ada yang meminta para pelaku memperlihatkan wajahnya.

Massa yang awalnya duduk, akhirnya berdiri dan mendekati ruang tahanan anak yang posisinya berdampingan dengan ruang sidang anak. Polisi juga tak mau kalah. Mereka mulai siaga di posisi masing-masing.

Para terdakwa yang sejak tadi berada di sel anak, tiba-tiba dilarikan menuju mobi tahanan Polres Palopo. Massa yang melihat itu langsung mengejar. Hanya saja, petugas kepolisian langsung mencegat mereka.

Keributan tidak dapat terelakan. Aksi saling dorong terjadi. Massa terlihat semakin marah dan makin teriak kencang. Gesekan antara petugas dan pengunjung sidang tak terelakkan. Secepat kilat, para terdakwa sudah berada di dalam mobil tahanan.

Mendengar suara mobil tancap gas, massa berlarian keluar halaman kantor PN. Mereka menunggu di situ. Sayangnya, mobil tahanan tidak mengarah ke depan kantor PN. Namun, kabur membawa tahanan melalui pintu belakang kantor PN. Kecewa tak bisa melampiaskan emosinya, massa hanya bisa berteriak. Akhirnya, satu per satu kerabat korban pulang dengan penuh kekecawaan.

Usai sidang, JPU Sakaria yang dimintai keterangannya mengatakan, semua keterangan saksi dibenarkan terdakwa. Terdakwa juga tidak memberikan keterangan yang berbelit-belit sehingga sidang berjalan lancar.

Sakaria juga mengatakan bahwa proses sidang bagi terdakwa yang masih dibawa umur harus cepat. Karena masa tahanannya singkat. Sebelum masa tahanan habis, terdakwa harus menerima putusan dari majelis hakim.

Pelaku pembunuhan terhadap Yacobus dilakukan oleh terdakwa Oddang dan Gazali bersama Ammar dan Thamrin. Itu terjadi Senin, 9 Januari 2017 sekitar pukul 01:00 Wita dini hari, di Jl Pongsimpin, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk, berharap agar sidang kasus tersebut digelar pagi. “Kita sudah sampaikan kepada pihak pengadilan. Hanya saja tadi kendalanya, orangtua terdakwa belum datang, pengacaranya juga pergi keluar kota. Inilah yang membuat sidang terlambat,” ujar kapolres.

Sementara itu, Wakil Ketua PN Palopo, J Simarmata SH MH meminta kepada para pengunjung sidang untuk dapat menahan emosi. Kata dia, kasus ini sudah diproses hukum. “Ini sudah ditangani oleh penegak hukum. Pengunjung sidang harap bersabar dan tidak berbuat hal-hal yang dapat menimbulkan masalah baru. Baik di dalam maupun luar pengadilan.(rp1-ara)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top