Transaksi Non Tunai Naik Signifikan – FAJAR sulsel
News

Transaksi Non Tunai Naik Signifikan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Transaksi pembayaran non tunai dan tunai naik seiring dengan meningkatnya transaksi keuangan pemerintah dan aktivitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Transaksi non tunai melalui sarana kliring pada bulan Desember 2016 mencapai Rp5,47 triliun. Jumlah tersebut secara bulanan (mtm) meningkat 3,54% dibandingkan dengan bulan November 2016. Sementara secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan Desember 2015 meningkat 7,63% menjadi Rp5,47 triliun.

Sejalan dengan itu, transaksi pembayaran tunai pada bulan Desember 2016 juga mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari net inflow uang kartal ke Bank Indonesia yang mengalami penurunan sebesar 93,69% sebesar Rp943,89 miliar pada bulan November 2016 menjadi Rp59,60 miliar pada bulan Desember 2016.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat,mengatakan, selama tahun 2016 transaksi non tunai yang dilakukan melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara nominal, transaksi melalui SKNBI pada tahun 2016 tercatat Rp68,89 triliun, meningkat 55,32% dari tahun 2015 sebesar Rp44,35 triliun.

“Kita akan terus mendorong gerakan transaksi non tunai di tahun ini,” ucapnya, dalam pemaparannya belum lama ini.
Dia menyebutkan jumlah warkat yang dikliringkan juga meningkat 23,57% menjadi 1.371.826 lembar pada tahun 2016 dari 1.110.142 lembar pada tahun 2015.

Peningkatan transaksi melalui kliring yang cukup tinggi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Sulsel juga tumbuh cukup pesat.
Selama tahun 2016 jumlah uang kartal yang masuk (inflow) ke kas Bank Indonesia Provinsi Sulsel tercatat Rp20,18 triliun, lebih besar dibanding uang kartal yang dikeluarkan (outflow) sebesar Rp11,12 triliun, sehingga secara keseluruhan tercatat net inflow sebesar Rp9,06 triliun.

Net inflow tahun 2016 tersebut meningkat 74,93% dari net inflow tahun 2015 sebesar Rp5,18 triliun.
Sementara, untuk terus mendorong kegiatan transaksi non tunai tersebut baru-baru ini pihak BI melakukan perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar.

Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken tersebut mengatur tentang Program Pengembangan Elektronifikasi Transaksi Pembayaran Pemerintah dan Gerakan Nasional Non Tunai yang disingkat GNNT.

Direktur Eksekutif BI Sulsel, Hermanto,mengemukakan kerja sama ini dimaksudkan sebagai dasar untuk menciptakan sinergi dan koordinasi dalam melaksanakan program pengembangan elektronifikasi transaksi pembayaran dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.”Program ini baik juga untuk Makassar karena terkait dengan program sombere dan smart city Makassar,” ungkapnya. (nda/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top