Kapolres Tambah Pasukan ke PN – FAJAR sulsel
News

Kapolres Tambah Pasukan ke PN

* Saat Dituntut Hari Ini, Polisi Kawal Terdakwa Kasus Pembunuhan Warga Batara

PALOPO — Terdakwa Oddang dan Gazali akan mendengarkan tuntutanya, Jumat 10 Februari 2017, hari ini. Tuntutan akan dibacakan lebih pagi oleh JPU Kejari, Sakaria, SH dan Ikram, SH. Untuk menghindari massa dari kerabat korban, Polres Palopo akan menambah kekuatan ke Pengadilan Negeri (PN).

“Kemungkinan besar tuntutan kami bacakan besok (baca hari ini, red),” kata JPU Sakaria, kepada Palopo Pos, Kamis 9 Februari 2017, kemarin.

Karena masih agenda pembacaan tuntutan, proses persidangan masih digelar tertutup untuk umum. Majelis hakim dalam perkara ini adalah Raden Nurhayati SH didampingi hakim anggota Erwino SH dan Heri Kusmanto SH.

“Terdakwa Oddang dan Gazali masih dibawa umur. Jadi proses hukumnya harus cepat. Berbeda dengan tiga tersangka lainnya yang dianggap sudah dewasa,” sebut Sakaria.

Pihak kepolisian Polres Palopo sendiri, kembali menyusun strategi baru. Biar dua terdakwa dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap Yacobus alias Lobo, warga Jalan Batara tidak sampai diamuk massa. Bahkan, untuk maksimalnya pengamanan, Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk menambah kekuatan personil.

“Sekitar 50 personil kami tambah untuk pengamanan besok (baca hari ini, red). Jadi total keseluruhannya kurang lebih 150 personil,” kata Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk.

Seluruh personil diarahkan langsung ke kantor Pengadilan Negeri (PN) Palopo, Jumat 10 Februari 2017, pagi ini. Pengamanan yang dilakukan kurang lebih sama dengan pengamanan sebelumnya.

Mulai dari gerbang PN disterilkan. Setiap pengunjung yang masuk digeledah. Termasuk kendaraan roda dua dan empat harus diperiksa. Pengunjung juga tidak diperkenankan memakai celana pendek.

Kapolres juga berpesan kepada pengunjung sidang agar tertib. Tidak anarkis. “Tolong percayakan proses hukumnya kepada penegak hukum. Kalau pengunjung gaduh, nanti hakimnya tidak fokus karena terganggu,” ujarnya.

Hal sama juga dilontarkan Wakil Ketua PN Palopo, J Simarmata, SH. Dia meminta pengunjung sidang dapat menahan diri. Pengganti Yulihadi SH ini tak henti-hentinya berpesan agar pengunjung tidak gaduh. Sebab, kata dia, kasusnya sudah diproses hukum.

“Tolong bersabar. Jangan berbuat hal-hal yang dapat menimbulkan masalah baru. Kasus ini sudah diproses hukum,” sebutnya.
Sidang sebelumnya, Rabu 8 Februari 2017 lalu, empat saksi dihadirkan JPU. Saksi pertama Etson Paruru. Pria ini juga korban dalam kasus tersebut. Hanya saja, nasibnya masih beruntung. Etson hanya mengalami luka kena panah di bagian dada kirinya.

Tiga saksi lainnya adalah teman dari para terdakwa. Mereka diduga kuat terlibat dalam aksi brutal di Jalan Pongsimpin pada Senin 9 Januari 2017, sekitar pukul 01:00 Wita yang menewaskan Yacobus dan melukai Etson.

Masing-masing, Ahmar alias Ammar, 21 tahun, Ocha Syafutra alias Oca, 18 tahun, dan Muh Tamrin alias Accung, 22 tahun. Berkas ketiganya masih berproses di penyidik Sat Reskrim Polres Palopo. Pihak kepolisian belum melimpahkan ke Kejari Palopo.

Menurut JPU Sakaria, sidang pemeriksaan saksi kemarin, para terdakwa memberikan keterangan jelas dan tidak berbelit-belit. “Terdakwa mengakui perbuatannya,” terangnya.

Terdakwa Oddang dijerat Pasal 338 Jo Pasal 551 ayat 1 ke-1 atau Pasal 170 ayat 2 ke-3 atau Pasal 170 ayat 2 KUHP. Sedangkan terdakwa Ghazali dijerat Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP dan Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP.

Mereka ditahan oleh penyidik sejak tanggal 15 sampai 21 Januari 2017. Kemudian diperpanjang oleh JPU dari tanggal 22 sampai 29 Januari 2017. Kemudian diserahkan ke Rutan sejak 27 Januari 2017 hingga disidangkan.

Sakaria menjelaskan, terungkap di persidangan, perbuatan brutal itu terjadi usai Terdakwa Oddang Cs pesta minuman keras di daerah Padang Sappa, Kabupaten Luwu. Dalam keadaan setengah mabuk, mereka kembali ke Palopo. Saat tiba di Palopo, mereka sempat singgah di rumah Ahmar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan.

Karena lapar, mereka sepakat menuju warung nasi kuning yang ada di Jalan Pongsimpin. Tepatnya di depan kantor PDAM. Sayangnya, warung tersebut sudah tutup. Mereka pun kembali pulang.
Saat pulang itulah, tepatnya di depan gudang gas elpiji, mereka bersenggolan dengan korban. Terdawa mengira motor korban akan menabrak motornya.

Sehingga, terdakwa Gazali melepaskan anak panah. Waktu itu, terdakwa Gazali mengaku tiga kali membidik korban. Namun, hanya satu anak panah yang berhasil menancap di dada korban Etson. Sedangkan terdakwa Oddang terlibat perkelahian tiga lawan satu dengan korban Yacobus. Terdakwa Oddang mengaku memukul bagian pelipis sebelah kiri korban Yacobus.

Diketahui, status dua terdakwa ini masih pelajar. Terdakwa Gazali masih pelajar SMP dan terdakwa Oddang masih terdaftar di salah satu SMA yang ada di Kabupaten Luwu. Dua tersangka yang masih diproses di Polres Palopo berperan memukul dan menikam korban Yacobus.

Hasil visum dokter di RS At-Medika menyebutkan, korban mengalami luka memar dan lecet di bagian dahi. Ada juga memar di bagian hidung dan kelopak mata kiri. Luka tusuk di bagian dada kanan dan punggung.(rp1-ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top