KPPU Sidak Kandang Ayam – FAJAR sulsel
News

KPPU Sidak Kandang Ayam

Permainan Harga

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Komisi Pemantau Persaingan Usaha (KPPU) RI bersama dengan anggota DPR RI melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di salah satu kandang peternak ayam di Jalan Pate’ne, Kabupaten Maros, Kamis (9/2/17).

Sidak yang dilakukan pihak KPPU tersebut disebabkan meningkatnya harga ayam potong di pasaran sehingga pihak Sidak yang dilakukan pihak KPPU tersebut disebabkan meningkatnya harga ayam potong di pasaran sehingga pihak KPPU menduga adanya pihak tertentu yang mempermainkan harga.

Untuk mengecek langsung dugaan adanya permainan harga tersebut, pihak KPPU dengan anggota DPR RI dari Komisi 6, Eka Sastra menemui Ardiansyah salah satu pemilik kandang ternak ayam di jalan Pattene, perbatasan Makassar-Kabupaten Maros, guna mendapatkan informasi terkait dengan harga ayam per ekornya di kandang.

Ardiansyah dihadapan KPPU mengungkapkan, bahwa ayam dikandangnya berkisar harga Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilonya, harga tersebut menurutnya merupakan harga yang sudah merupakan perjanjian dari perusahaan mitranya.

Sementara itu, Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf menjelaskan, bahwa dugaan adanya oknum yang mempermainkan harga yakni pihaknya menemukan keganjalan antara harga yang ada di pedagang pasar dengan harga yang ada di Peternek dengan selisih yang yang sangat besar.

“Kita menduga ada oknum yang melakukan permainan harga dalam sistem rantai produksi ayam potong yang turun ke pasar-pasar,”ujarnya saat melakukan sidak bersama Anggota Komisi VI DP RRI.

Di pasar Mandai, Makassar salah satu pasar yang dikunjungi rombongan KPPU, DPR RI bersama jurnalis menemukam bahwa harga per ekornya ayam potong yakni dari harga Rp35 ribu hingga Rp50 ribu.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI, Eka Sastra mengungkapkan bahwa saat ini, Komisi VI telah melakukan penggodokan untuk perubahan regulasi yang nanti menguatkan struktur KPPU secara kelembagaan dalam menangani tindakan monopoli sehingga di Indonesia dapat mencapai persaingan usaha yang sehat.

“Kita telah menyusun regulasinya, dan telah masuk ke badan legislatif (Baleg) dan menunggu paripurna untuk ketuk palu, regulasi inilah yang akan menguatkan aturan KPPU dalam memberikan efek jerah terhadap pelaku monopoli atau yang menyebabkan persaingan usaha yang tidak sehat,”ujarnya.

Dia juga menyebutkan, bahwa dengan adanya tindakan monopoli dan kartel di Indonesia, sehingga menekan pertumbuhan lahirnya angka pengusaha-pengusaha baru yang saat ini hanya berada pada angka 15 persen dari jumlah pengusaha yang ada.
“Inilah kita di komisi VI mendorong penguatan kepada KPPU agar dapat memberi efek jera terhadap pelaku monopoli yang tak sehat serta kwartel-kwartel nakal,”pungkasnya.(and/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top