Menara Miring, Kontraktor Diperiksa – FAJAR sulsel
News

Menara Miring, Kontraktor Diperiksa

MAROS,UPEKS.co.id — Kepolisian Resort (Polres) Maros mulai mengusut insiden miringnya menara Masjid Al Markaz Maros di Jl. Jenderal Sudirman, Kabupaten Maros pada Selasa (7/2/17) lalu.

Kapolres Maros, AKBP Erik Ferdinand mengaku, pihaknya telah memeriksa dan meminta keterangan tiga staf Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros terkait miringnya menara masjid Al Markaz. Namun, Erik enggan menyebutkan siapa saja staf Dinas PU Maros yang telah diperiksa tersebut.

“Hari ini kita turunkan tim ahli bangunan, struktur bangunan dari Makassar untuk keperluan penyelidikan. Tim ini akan melihat kondisi riil fisik menara seperti apa. Karena ini kan kita tidak bisa menebak-nebak, harus dicek betul kondisi fisik,” akunya, Kamis (9/2/17).

Tim tersebut, lanjut Erik, akan mencocokkannya dengan bahan material kemudian akan melakukan kroscek rencana struktur awal seperti apa sampai proses pelaksanaan pembangunan menara masjidnya. Meski telah memeriksa tiga staf Dinas PU, namun pihaknya belum dapat memastikan hasil dari pemeriksaan tersebut.

Erik menambahkan, pihaknya juga akan memeriksa kontraktor yang mengerjakan pembangunan menara masjid yang merupakan program hibah Pemkab Maros.

“Info sementara, ada dua kontraktor yang mengerjakannya. Yang pertama struktur bawahnya, kemudian sambungan ke atasnya pada tahun 2016 kemarin. Dan kemungkinan kedua kontraktor tersebut akan kita panggil untuk pemeriksaan lanjutan,” ungkapnya.

Pembangunan menara masjid Al Markaz ini merupakan hibah dari Pemkab Maros. Pada tahap pertama tahun 2015 hibah sebesar Rp577 juta yang dikerjakan oleh CV Sinar Mulya, kemudian tahun 2016 pembangunan lanjutan menara Al Markaz kembali dimenangkan oleh CV Sinar Mulya dengan jumlah anggaran sebesar Rp486 juta.

Sedangkan untuk tahun 2017 direncanakan kembali penyelesaian menara masjid Al Markaz dengan pagu anggaran sebesar Rp750 juta. Dari data website LPSE kabupaten Maros, masih dalam tahap pelelangan.

Sementara itu, anggota komisi II DPRD Maros, HA Patarai Amir meminta sebelum dilakukan pembongkaran menara agar Pemkab Maros memanggil tim independen untuk lakukan verifikasi terkait.

“Apakah force majore atau kesalahan konstruksi, karena kasihan rekanan kalau memang ini karena cuaca. Tim independen-lah yang menilai yang bisa jadi bahan rujukan pengambilan keputusan,” ujar ketua Fraksi Golkar ini. Patarai mengatakan, pihaknya tidak bisa ambil kesimpulan karena terkait miringnya menara masjid tidak bisa beropini.

Sementara itu, hingga Kamis (9/2/2017) sore, menara masjid Al Markas belum juga dirobohkan. Padahal, ada dua crane beserta teknisinga yang sudah terpasang dan siap merobohkan menara ini. Informasi yang dihimpun, menara ini belum dirobohkan karena menunggu tim ahli menginvestigasi kondisi fisik menara. Garis polisi juga masih terpasang diradius lima meter dari lokasi menara.

Setelah memeriksa kondisi menara masjid Al Markaz, Bupati Maros, Hatta Rahman memastikan tidak akan merobohkan menara tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Hatta saat meninjau kembali menara ini dari dekat Kamis (9/2/2017) sore.

Hatta menuturkan, pihaknya juga sudah memastikan kondisi menara masih baik, meski ada keretakan pada plat namun hal tersebut tidak menjadikan menara harus dirobohkan.

“Tadi juga sudah ada tim yang naik ke atas untuk memastikan dan mengecek kondisi menara, secara keseluruhan masih baik. Jadi tidak dirobohkan, hanya kita akan perkuat dengan rangka baja di bagian luar,” katanya.

Hatta menjelaskan, untuk menguatkan menara akan ditarik besi baja diempat sisi menara. Kemudian juga akan dipasangi baja pada sisi luar menara agar lebih kuat.
Dua unit crane yang awalnya disiapkan untuk merobohkan menara akan digunakan untuk mengangkat besi baja untuk memperkuat menara.(alf/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top