Sulsel Target Surplus Perdagangan Meningkat 15% – FAJAR sulsel
News

Sulsel Target Surplus Perdagangan Meningkat 15%

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Neraca perdagangan Sulsel mengalami surplus USD3.010.860 pada periode Januari-Desember 2016. Angka tersebut diperoleh dari nilai ekspor Sulsel tahun 2016 sebesar USD 1.154.600, yang jumlahnya lebih besar dari nilai impor Sulsel tahun yang hanya USD 843.740.

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah, mengatakan, melihat kondisi neraca perdagangan Sulsel tahun 2016, pihaknya optimistis tahun ini kondisinya akan lebih baik. Dia bahkan menargetkan peningkatan sekitar 10% hingga 15%.

“Salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sektor perdagangan, utamanya ekspor kita,” kata Hadi, saat Pemaparan Program Kerja Strategis SKPD Lingkup Pemprov Sulsel, di Kantor Gubernur, Kamis (9/2/17).

Dia menjelaskan, pada tahun 2016 lalu, ada 10 komoditi unggulan ekspor. Seperti kakao, kakao olahan, ikan segar, udang, telur ikan terbang, rumput laut, mete kupas dan mete olahan. “Ekspor kita sudah ke 54 negara tujuan,” ujarnya.

Menurut Hadi, di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang diprediksi belum terlalu membaik tahun ini, ada beberapa isu strategis yang harus menjadi perhatian Dinas Perdagangan Sulsel.

Harga bahan pokok dan barang strategis sering berfluktuasi akibat pengaruh suplay dan distribusi dari daerah, pengaruh krisis ekonomi global yang berdampak pada ekspor, adanya kesepakatan bilateral, regional, multilateral di bidang perdagangan internasional, dan kapasitas produksi yang masih belum optimal.

“Daya saing industri kecil dan menengah kita masih lemah. Ditambah lagi ketergantungan konsumen terhadap produk impor. Masalah lainnya adalah banyaknya alat ukur ilegal yang masuk, yang dapat dibeli di pasaran secara bebas,” papar Hadi.

Dia membeberkan, ada delapan poin yang menjadi fokus Dinas Perdagangan Sulsel pada tahun 2017 ini. Diantaranya, peningkatan ekspor dan pengendalian impor, stabilisasi bahan pokok dan barang strategis dalam rangka pengendalian inflasi, perlindungan konsumen, dan pengawasan serta tertib niaga.

“Hal lain yang menjadi fokus kami tahun ini, promosi dalam dan luar negeri, citra produk Sulsel, capacity building SDM aparatur dan pelaku usaha, dan standarisasi dan mutu produk,” kata Hadi.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan, sampai akhir tahun 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi Cina untuk pertama kalinya mengalami penurunan. Hal ini perlu diwaspadai lantaran hampir pasti akan ikut membuat ekonomi dunia berkontraksi.

Menurut Syahrul, menyosong 2017 ini pihaknya tetap mencoba menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas angka 7%. Meski tidak mudah, tetapi setidaknya pihaknya berupaya memaksimalkan aktifitas ekspor menunjang target tersebut.

“Saya coba bertahan di atas 7%. Karena itu, semua kekuatan yang ada, harus menemukan kebutuhan global. Jadi kita masuk ke produk makanan yang dibutuhkan untuk ekspor,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut dia, kondisi ekonomi yang sedang lesu dipastikan masih berdampak pada harga nikel yang berada pada titik terendah. Padahal selama ini kontribusi nikel disebutkan antara 7- 9%. (eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top