Thorig Tunggu Proses Hukum – FAJAR sulsel
News

Thorig Tunggu Proses Hukum

* La Besse Tersangka Pungli

MALILI — Kasus yang menjerat La Besse diserahkan sepenuhnya ke proses hukum. Kadis pendidikan diminta tetap tegar dan sabar menjalani kasusnya. Yakinlah, Bupati Thoriog Husler tidak akan melakukan intervensi penegakan hukum di Luwu Timur. Apa lagi sampai mau lobi penyidiknya.

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, ikut prihatina atas dugaan pungli yang menimpa pejabatnya. ”Sekali lagi saya serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang menanganinya,” paparnya, Kamis 9 Februari 2017.

Ditanya apakah ada sanksi yang akan diberikan setelah pejabatnya betul-betul terbukti, Husler pun menyerahkan kasus ini untuk segera diproses oleh pihak kepolisian. Namun, ia berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pejabatnya tersebut setelah pihak Inspektorat memeriksa atau melakukan kajian terhadap kasus dugaan pungli yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Luwu Timur, La Besse.

“Biarakan ini berproses, inspektorat juga akan melakukan pengkajian terhadap kasus ini. Pasti akan kami tindak dan akan kami berikan sanksi. Itu sudah jelas,” tegas Thorig Husler.

Sementara itu, Ketua Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli, Kompol Armin Anwar, mengatakan bahwa ditetapkanya Kadis Pendidikan La Besse jadi tersangka, itu dilihat dari keterlibatanya membuat rekomendasi soal pengecekan golongan darah sebagai dasar adanya pungutan dana sebesar Rp23 ribu. Kemudian hasil dana itu dibagi.

Dari gelar perkara yang dilakukan Polres terungkap bahwa pihak rekanan Arta Global Medika (AGM) mendapatkan Rp20.000 sedangkan Rp3000 itu disetor ke sekolah sebagai biaya operasional sekolah.
“Atas dasar ini dan sesuai rekomendasi kadis yang mewajibkan membayar Rp23 ribu itu, terindikasi ada praktik pungli di dalamya. Sehingga kadis selaku pembuat rekomendasi dan rekanan AGM terbukti dan dijadikan tersangka,” lanjut Armin.

Kedua tersangka tersebut, kata Armin, Kepala Dinas Pendidikan, La Besse dan pihak rekanan dari Arta Global Medika, Agus setiawan. Mereka dijerat pasal 5, 11, dan 12 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.(krm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top