Transaksi Valas Rp25 M per Bulan – FAJAR sulsel
News

Transaksi Valas Rp25 M per Bulan

Penukaran Uang Asing

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tiap bulan transaksi valuta asing berdasarkan pembelian dan penjualan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) berdasarkan transaksi Uang Kertas Asing (UKA) dan Travel Check (TC) berada di atas Rp25 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan BI, Wiwiek Sisto Widayat pada acara sosialisasi mengenai valuta asing, di Hotel Gammara, Kamis (9/2/17) kemarin.

Wiwiek sapaan akrabnya mengatakan, tingginya transaksi disebabkan perbaikan pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh.
“Minat transaksi untuk berwisata saat ini sedang tinggi seperti berwisata ke tempat-tempat wisata, terus perjalanan rohani seperti Umrah,” ucapnya.

Dengan banyaknya transaksi penukaran valuta asing di Sulsel, BI pun terus melakukan sosialisasi serta memberikan arahan bagi wisatawan dalam melakukan penukaran mata uang asing menjadi rupiah bisa di tempat yang legal.

Saat ini di Sulsel ada empat kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) yang masih aktif. Dan ada dua yang mati suri.

“Tetapi yang satu beberapa hari yang lalu menghubungi kami untuk nanti dibuka kembali. Dan ada dua yang akan melakukan kegiatan valas ini yang baru, tapi masih dalam proses perizinan. Nanti total ada 7 KUPVA di Sulsel,” jelasnya.

Potensi masyarakat keluar negeri, berwisata sangat besar. Sehingga perusahaan potensinya yang melakukan pembukaan kegiatan uang valas ini memiliki potensi besar.

BI juga menegaskan kewajiban perizinan operasi bagi penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) yang saat ini masih berstatus ilegal.

KUPVA BB yang saat ini belum memperoleh izin dari BI memiliki kesempatan mengajukan izin paling lambat 7 April 2017.

“Jika lewat dari masa transisi dan masa tenggang itu. Kami akan bekerjasama dengan pihak berwajib untuk menindak lanjuti secara hukum yang telah diatur oleh undang-undang,” katanya.

Namun, kata Wiwiek, khusus di Sulawesi Selatan pengusaha-pengusaha yang membuka KUPVA BB masih terbilang patuh dan belum didapati melakukan kegiatan ilegal.

“Tapi kita terus memonitoring kegiatan KUPVA BB itu,” jelasnya.

Wiwiek menuturkan di Indonesia KUPVA terbagi atas dua ada KUPVA Bank dan KUPVA BB. KUPVA BB sendiri merupakan tempat khusus untuk melakukan penukarkan valuta asing.

Salah satu kewajiban KUPVA BB adalah adanya badan hukum perseroan terbatas yang seluruh sahamnya dimiliki Warga Negara Indonesia (WNI) dan atau badan usaha yang seluruh sahamnya dimiliki WNI.

Untuk mendapatkan izin sebagai penyelenggara KUPVA BB, pemohon cukup menyampaikan permohonan secara tertulis kepada BI yang dilampirkan dengan dokumen perizinan dan tidak dipungut biaya. (nda/rif).

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top