Kerugian Materil Capai Rp20,8 M – FAJAR sulsel
News

Kerugian Materil Capai Rp20,8 M

Dampak Cuaca Ekstrem

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mengaku bencana akibat cuaca ekstrim seperti Hujan dan angin terjadi hampir pada semua kabupaten kota. Hanya saja, paling parah yang menelan korban maupun kerugian materil terjadi di 10 daerah.

Total kerugian materil akibat bencana selama Desember 2016 hingga Januari 2017 mencapai kisaran Rp20,8 miliar. Sedang korban meninggal 25 orang, sakit 2 orang dan pengungsi 1.258 orang.

Bencana itu juga membuat 11 fasilitas umum mengalami kerusakan, sawah seluas 51.645 hektare dan rumah 3.386 rusak.
“Kerugian materil kurang lebih Rp20,8 miliar. Desember 2016 sampai Januari 2017, terdapat 10 kabupaten terkena bencana.

Menelan beberapa korban, termasuk yang kapal tenggelam di Takalar. Kemudian gowa 3 meninggal, 1 tertimpa pohon dan dua bangunan. Ada juga di Toraja dan Parepare,” kata Kepala BPBD Sulsel, Syamsibar, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (10/2/17).

Menurutnya, penanganan bencana itu sampai saat ini masih dalam penanganan pemerintah daerah masing-masing. Selain itu, pusat dan provinsi juga turun. Tetapi fokusnya menyalurkan bantuan logistik seperti makanan dan tenda.

“Kepala daerah masing-masing wilayah itu segera membenahinya. Jadi secara detail jumlah bantuan langsung ditangani bupati dan walikota. Intinya semua kekuatan turun bersama untuk segera menangani itu,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika memang ada daerah yang terkena bencana, Kemudian bupati walikota tidak sanggup menangani karena masalah anggaran, maka mereka harus menerbitkan SK bahwa titik tertentu sudah darurat.

“Bupati buat SK wilayah tertentu sudah darurat, kemudian itu dilaporkan kepada gubernur. Setelah dilaporkan, kalau gubernur turun, baru masuk bantuan pada wilayah tersebut.

Provinsi Sulsel, kata dia, termasuk daerah yang rawan bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan abrasi. Meskipun bencana tidak bisa dicegah, namun BPBD Sulsel melakukan upaya-upaya untuk pengurangan dampak bencana.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, terkait upaya pemerintah dalam penanganan masalah bencana dilakukan sesuai protap yang ada.

“Kita punya protap, dan saya yakin protap itu jalan. Kalau ekskalasinya sudah sedemikian rupa, baru kita turun. Permintaan bantuan juga kita ajukan ke pusat, dan ini sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top