Mantan Kadis dan Bendahara Dipenjara – FAJAR sulsel
News

Mantan Kadis dan Bendahara Dipenjara

*Terbukti Korupsi, Divonis 16 Bulan Plus Denda Rp50 Juta

PALOPO — Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD), Ruppe L dan seorang bendahara Ishak Andi Nunung akhirnya divonis penjara selama 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan lamanya. Kedua terdakwa terbukti dalam kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan Kas Daerah Kota Palopo tahun Anggaran 2009 dan 2010.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Idham Timin SH MH membenarkan bahwa masing-masing terdakwa divonis dengan hukuman yang sama atas kasus korupsi penyalahgunaan Kas Daerah Kota Palopo. “Benar, sudah dilakukan sidang putusan tipikor di Pengadilan Negeri Makassar, 24 Januari 2017 lalu,” terang Idham, saat dikonfirmasi Palopo Pos, Jumat 10 Pebruari kemarin di ruang kerjanya.

Menurutnya, sesuai dengan berita acara pelaksanaan putusan yang mana surat perintah dari Plh Kejaksaan Negeri Palopo Nomor: Print-01/R.4.13/Fu.1/01/2017 tanggal 24 Januari 2017, telah melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomo: 98/Pid.Sus.Tpk/2015/PN.Mks tanggal 2 Agustus 2016.

Dengan amar putusan yang menyatakan bahwa terpidana Ishak Andi Nuhung dan Ruppe L, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Saat ini, kedua terdakwa sedang menjalani hari-harinya di dalam rumah tahanan (rutan) Lapas Makassar untuk menjalani pidana penjara selama 1 (satu) tahun 4 bulan dengan denda sebesar Rp50 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Lanjut Jaksa, kedua terdakwa melakukan tindak penyalahgunaan Kas Daerah yang mana pada saat itu masih dalam pemerintahan mantan Walikota Palopo, HPA Tenriadajeng. Sehingga mengakibatkan kerugian negera sebesar Rp8.480.750.000. Terdakwa Ishak yang saat itu menjabat Bendahara Kas Daerah membuat nota pinjaman sementara yang ditujukan kepada terdakwa Ruppe .

Selanjutnya Ishak Andi Nuhung mengeluarkan dana kas daerah Kota Palopo tanpa melalui mekanisme pencairan dana sebagaimana yang telah diatur didalam peraturan perundang-undangan yang tidak dipertanggungjawabkan secara lengkap dan sah. (rp1/him)

——————
Kecelakaan Maut Masih Proses Lidik
*Alimuddin Tewas Menyedihkan

PALOPO — Peristiwa kecelakaan maut yang terjadi di depan Alfamidi, Jl Andi Djemma, Kota Palopo, Kamis malam lalu, 9 Pebruari, sementara ditangani pihak Kepolisian Polres Palopo. Lakalantas ini menyebabkan Alimuddin (35), warga Jl Andi Kati, Kelurahan Salotellue, Kecamatan Wara Timur, Palopo, tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
Kanit Laka Polres Palopo, Iptu Catur mengatakan penyidik tengah menangani kecelakaan yang menyebabkan seorang pengendara meninggal dunia. “Sejumlah saksi akan dimintai keterangan. Saat ini belum ada dijadikan tersangka,” terang Catur, ketika dikonfirmasi Jumat 10 Pebruari kemarin.
Lanjut Catur, pengendara Honda Revo meninggal dunia karena mengalami pendarahan pada telinga, hidung, luka lecet, memar pada leher sebelah kanan, patah tertutup pada paha kanan bagian atas.
Sedangkan pengendara motor Suzuki mengalami luka lecet di bahu sebelah kanan, luka lecet pada dada nyeri tekan pada dada dan di rawat di RSUD Sawerigading. Pengendara motor Honda Scopy mengalami luka lecet pada lutut sebelah kanan, luka lecet pada siku sebelah kanan korban di rawat jalan, sementara boncengannya, NA mengalami bengkak pada kepala bagian belakang namun korban korban rawat jalan.
Kronologinya, sekira pukul 22.30 malam, antara sepeda motor Suzuki Shogun tanpa plat menabrak pengendara motor Honda Revo dan menyerempet sepeda motor Honda Scopy tanpa plat.
Dari hasil olah TKP disebutkan bahwa kecelakaan berawal ketika pengendara motor Suzuki Shogun yang dikendarai lelaki Rio (18), pelajar asal Tana Toraja bergerak dari arah utara ke selatan dengan kecepatan tinggi yang melewati jembatan agak menanjak.
Tiba-tiba Rio tidak dapat mengusai kendaraannya dan menabrak sepeda motor Honda Revo yang dikendarai korban Alimuddin.
Usai menabrak korban, Rio kemudian menyerempet sepeda motor Honda Scopy yang dikendarai MI (29) pegawai honorer berboncengan dengan perempuan NA (28) pegawai honorer, Kelurahan Pattene, Kota Palopo yang bergerak dari arah selatan ke utara yang mengakibatkan pengendara sepeda motor Honda Revo DT 2934-GH akhirnya menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian. (him)
———————————–

Foto….. AKP Daud Sidang dan Iptu Idris….
Kasus Pembuang Bayi dan Orok Belum Terungkap

PALOPO — Dua kasus yang terjadi di lokasi berbeda belum terungkap. Kasus pembuangan bayi laki-laki di Kecamatan Mancani Selasa 5 Desember 2016 dan penemuan orok di dekat mesin ATM BRI di Kelurahan Balandai, Rabu 8 Pebruari 2017.
Kapolsek Telluwanua, AKP Daud Sisang SH, mengatakan masih melakukan penyelidikan. “Ada berbagai kendala sehingga pengungkapan kasus pembuangan bayi ini tidak cepat terungkap. Salah satu kendalanya adalah minimnya keterangan dan saksi mata yang melihat langsung kejadian ini,” kata Kapolsek, Jumat 10 Pebruari kemarin.
Namun demikian, Kapolsek menegaskan tidak akan diam sebelum kasus ini terungkap, dan akan terus melacak pelaku pembuangan bayi malang tersebut. “Diduga kuat pelakunya adalah orang tua bayi itu sendiri,” katanya.
Terpisah, Kapolsek Wara Utara, Iptu Idris mengatakan, kasus pembuang janin di samping mesin ATM masih terus diselidiki. Ia berharap bantuan masyarakat segera menginformasikan kepada polisi jika menemukan kecurigaan seperti melihat seseorang yang mencurigakan di lokasi kejadian. “Yang pasti, kita upayakan mengungkap siap ibu dan pelaku yang tega membuang janin malang itu,” kata Idris.
Untuk diketahui, penemuan janin berada di Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo. Orok tersebut pertama kali ditemukan saksi bernama Drs Alauddin MA (55) yang juga dosen di salah satu kampus kenamaan di Kota Palopo, sekira pukul 12.00 Wita.
Atas temuannya itu, saksi kemudian memanggil seorang security bernama Sossong (39), juga warga Jl Agatis, Kota Palopo. Tak lama berselang personil Polsek Wara Utara datang di tempat kejadian perkara dan mengamankan wilayah tersebut serta pengambilan keterangan terhadap sejumlah warga setempat. Dari hasil pengembangan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak BRI untuk mengecek kamera CCTV mengingat kejadiannya dekan ruang ATM. (him)
—————————–

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top