Nama Kepala BKPSDM Dicatut – FAJAR sulsel
News

Nama Kepala BKPSDM Dicatut

*Puluhan Kepsek Diminta Uang

BELOPA — Ada saja cara yang dilakukan oknum pelaku penipuan melakukan aksinya melalui komunikasi singkat via Ponsel. Jumat pekan lalu sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Luwu mengaku ditelepon seseorang yang mengaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu, Drs H Sulaiman MM.

Kepala SDN, 530 Redo, Faisal, dan beberapa kepala sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Luwu, kepada harian ini mengungkapkan, mereka mendapat telepon dari seseorang yang mengaku Kepala BKPSDM Luwu, H Sulaiman.

Dan oknum tersebut meminta agar kepala sekolah memasukkan berkas tenaga honorer guru ke kantor BKPSDM Luwu dan sekaligus dapat segera melakukan transfer uang antara Rp2,5 Juta hingga Rp5 Juta ke sebuah rekening untuk proses kelancaran.

“Saya mendapat telepon dari oknum tersebut. Dia mengaku sebagai Bapak H Sulaiman kepala BKPSDM Luwu. Oknum yang bersangkutan memerintahkan saya untuk memasukkan berkas guru honorer. Tidak hanya itu, mereka juga meminta agar ditransferkan uang sebesar Rp5 Juta untuk memuluskan pendataan guru honorer itu pak.

Tetapi kami langsung memastikan informasi itu ke Bapak H Sulaiman, ternyata itu tidak benar, berarti nama bapak H Sulaiman telah dicatut oleh oknum tersebut,” ungkap Faisal kemarin.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Luwu, Drs H Sulaiman, MM yang dikonfirmasi harian ini mengatakan, tidak benar jika dirinya menelpon para kepala sekolah dan memerintahkan untuk memasukkan berkas honorer guru, apalagi sampai mau meminta uang pelicin untuk pendataan guru honorer untuk diangkat menjadi CPNS.

“Kejadian ini sudah jelas merupakan tindakan penipuan yang mencatut nama saya. Memang banyak kepala sekolah yang menelpon saya untuk melakukan konfirmasi, dan saya sudah tegaskan bahwa yang menelpon itu bukan saya. Bahkan saya memberikan nomor ponsel saya untuk memastikan bahwa itu bukan saya, melainkan oknum yang mencatut nama saya,” tegas H Sulaiman.

Sulaiman mengatakan, para kepala sekolah se-kabupaten Luwu yang mendapat telepon dari oknum yang mencatut namanya, agar kiranya tidak meladeni demi menghindari terjadinya tindak pidana penipuan.

“Oknum yang menelpon itu menggunakan nomor ponsel 081 242 234 419 dan nomor itu bukan nomor Ponsel saya. Untuk itu kami minta jangan diladeni,” pintanya.

Menyangkut soal tenaga honorer guru yang akan diangkat menjadi CPNS, ia menegaskan, hal ini belum ada petunjuk dari pemerintah pusat.

”Kami sampai hari ini masih menunggu infomrasi seputar revisi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 yang mengatur tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Sekali lagi kami harapkan tidak diladeni,” sebut Sulaiman.

Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat di Kabupaten Luwu selalu saja terjadi, bahkan mereka mencatut nama sejumlah pejabat Luwu, mulai dari Bupati Luwu, Sekda Luwu, Kapolres Luwu, Kepala Kejasaan Negeri Belopa, termasuk mantan Kepala BKD Luwu, HA Syaifullah.

Dimana oknum tersebut menelpon seorang guru honorer dengan mengatasnamakan kepala BKD Luwu untuk diloloskan menjadi CPNS dan meminta imbalan sejumlah uang yang harus ditransfer via rekening bank yang disebutkan oknum penelpon.(and/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top