Polisi Barikade Jalan yang Dilewati Terdakwa – FAJAR sulsel
News

Polisi Barikade Jalan yang Dilewati Terdakwa

*Pengunjung Sepi, Oddang Dituntut 7, Gazali 3 Tahun

PALOPO — Terdakwa kasus pembunuhan warga Batara dituntut 3 dan 7 tahun. Terdakwa Oddang dituntut selama 7 tahun. Sedangkan temannya, Gazali dituntut 3 tahun penjara. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Sakaria SH dan Ikram SH, Jumat 10 Februari 2017. Saat menuju Ruang Sidang Anak Pengadilan Negeri Palopo, pengunjung tampak sepi. Namun, polisi tetap siaga. Malah, jalan yang dilalui dua orang terdakwa dibarikade.

Sekitar pukul 09:20 Wita, terdakwa Oddang dan Gazali tiba di kantor PN. Mereka menumpangi mobil tahanan kejari Palopo. Sama seperti hari sebelumnya, dua terdakwa dalam pengawalan ketat aparat Polres Palopo. Pengawalan mereka tak kalah dengan pengamanan pejabat negara.

Di PN, polisi tidak langsung menurunkan para terdakwa. Kendati kerabat korban baru sekitar tiga orang yang hadir, polisi tetap melakukan barikade. Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Palopo terlihat paling sibuk. Setelah ada aba-aba aman, petugas baru menurunkan terdakwa dari mobil tahanan.

Satu per satu terdakwa turun dari mobil. Rasa takut mereka tampak jelas terlihat. Mereka dikawal ketat masuk ke ruang sel tahanan PN. Tak ada kejadian saat itu. Masih pagi. Massa tidak terlihat satupun di halaman PN. Informasinya, ada 150 personil dilibatkan dalam pengamanan ini.

Halaman PN hanya dipenuhi oleh personil Polres Palopo. Tampak Kapolres Palopo mengawasi proses pengamanannya. Ada juga Kabag Ops Polres Palopo, Kompol Abidin, Kasubagdal Ops, AKP Supriadi, Kasat Sabhara, AKP Sanodding, Kasat Narkoba, AKP Maulud, Kapolsek Telluwanua, AKP Daud Sisang, Kapolsek Wara Selatan, AKP Jon Paerunan, Kapolsek Wara Utara, IPTU Idris, Kasat Binmas, AKP Marthen, Kasat Intel, AKP Yusuf dan para perwira lainnya.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk, meminta kepada majelis hakim dan JPU untuk lebih awal melanjutkan proses persidangan. Itu untuk menghindari massa berdatangan. “Harus lebih cepat sidangnya. Bukan massa kan yang ditunggu,” ucapnya.

Sidang dimulai pukul 09:30 Wita. Sidang dipimpin majelis hakim diketuai Raden Nurhayati SH didampingi Erwino SH dan Heri Kusmanto SH. Tidak ada pengacara yang hadir. Terdakwa hanya didampingi dua orang petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kota Palopo. Yakni Ahmad Wijaya dan Sarwana.

Sidang kali ini, aparat terlihat sedikit santai. Maklum, tidak ada tanda-tanda adanya massa. Lalu, 30 menit kemudian, pintu ruang sidang terbuka. Tampak para terdakwa dikawal ketat menuju mobil tahanan. Bahkan, perjalanan kembali menuju Lapas Klas IIA Palopo, masih dikawal.

Usai sidang itulah, JPU Sakaria menyampaikan bahwa terdakwa Oddang dituntut selama 7 tahun penjara, sedangkan terdakwa Gazali dituntut selama 3 tahun penjara.

“Tuntutan 7 tahun kepada terdakwa Oddang, itu karena dia terbukti melanggar Pasal 338 KUHP. Sedangkan Gazali hanya terbukti melanggar pasal 170 KUHP Ayat 2 ke-1,” sebutnya. Hanya saja, ditanya lebih jauh, Sakaria memilih irit bicara.

Terpisah, Petugas Bapas, Ahmad Wijaya yang dimintai keterangannya, mengatakan, terdakwa Oddang dijatuhi tuntutan selama 7 tahun penjara, karena di dalam persidangan, terdakwa Oddang terbukti ikut melakukan pemukulan terhadap korban Yacobus.

Terdakwa Oddang memukul pelipis bagian kiri korban Yacobus dengan batu seukuran gengaman orang dewasa.
Sementara itu, terdakwa Gazali hanya dituntut selama 3 tahun penjara. Alasannya, Gazali tidak ikut melakukan penganiayaan terhadap korban Yacobus. Peran terdakwa Gazali hanya melakukan pembusuran.

Terdakwa Gazali terbukti membidik tubuh korban Eston. Ada tiga kali anak panah dilepaskan. Namun hanya ada satu anak panah yang mengenai tubuh Eston. Dalam kasus ini, Eston selamat. Dia hanya mengalami luka ringan di bagian dada sebelah kanan. Ada anak panah tertancap di situ.

Korban Yacobus sendiri tewas setelah mendapat tikaman di bagian dada dan punggung. Pelakunya teman dari terdakwa. Saat ini berkasnya masih diproses di Polres Palopo. “Terdakwa Oddang dituntut 7 tahun karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban Yacobus. Sedangkan terdakwa Gazali hanya melakukan pembusuran kepada korban Eston. Makanya dia dituntut selama 3 tahun penjara,” ungkap Ahmad.

Untuk putusannya, Ahmad mengatakan akan dibacakan Senin 13 Februari 2017. “Karena hari ini (baca kemarin, red) pengacaranya tidak hadir, maka Senin depan, pengacara akan menyampaikan pembelaannya terhadap terdakwa sekaligus pembacaan putusan,” tandasnya.

Informasinya, pengacara dalam kasus ini adalah Jalamuddin SH dan Umar Laila SH. Keduanya tidak hadir dalam sidang pembacaan tuntutan Jumat kemarin.(rp1-ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top