Aduh… Oknum Pelajar SMP Palak Teman ala Preman – FAJAR sulsel
News

Aduh… Oknum Pelajar SMP Palak Teman ala Preman

*Orangtua Korban Ramai-ramai Datangi Sekolah

PALOPO — Dunia pendidikan di Kota Palopo lagi-lagi tercoreng. Seorang siswa di SMPN 1 Kota Palopo dilaporkan melakukan aksi pemalakan terhadap teman-temannya. Ironisnya, saat melakukan aksinya, tak segan-segan oknum siswa inisial NL, 14 tahun ini mengancam korbannya.

Cukup rapi aksinya. Sudah kurang lebih tiga bulan berjalan. Dia memungut uang dari teman-temannya. Namun perbuatan tidak terpuji itu baru ketahuan oleh pihak sekolah. Para orang tua yang anaknya menjadi korban keberatan. Mereka pun ramai-ramai mendatangi sekolah tersebut, Sabtu 11 Februari 2017.

Pantauan Palopo Pos, sekitar 12 orang tua murid yang hadir. Ada juga perwakilan dari orang tua pelaku inisial NL. Mereka dipertemukan di ruang Perpustakaan. Kepala SMPN 1 Palopo, Rasman MSi dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ahmad SPd MPd juga hadir sebagai penengah.

Dari pihak orangtua korban, tampak Edi Maiseng. Dalam rapat itu, Edi mengaku kecewa karena orang tua NL tidak hadir. Informasinya, orang tua NL merupakan salah satu dokter di Kota Palopo. Edi menegaskan, bahwa perbuatan NL sudah mengarah ke kriminal. Dia meminta agar pihak sekolah melakukan penyelidikan karena bisa saja dalam aksi NL ini, melibatkan oknum atau komunitas dari luar.

“Ini sudah lama dan cukup rapi. Untunglah bisa terbongkar. Setiap pelanggaran harus ada sanksinya. Kalau pelanggarannya mengarah ke krimina, pelaku harus dikeluarkan dari sekolah. Kasus ini harus dilakukan investigasi,” sebut Edi.

Informasi yang berkembang dalam rapat itu, ternyata NL memaksa temannya menyerahkan uang saku mereka. Kalau tidak diberi, pelajar yang menjadi korban diancam akan ditikam. Ada juga orang tua yang mengaku anaknya akan dibusur dan melibatkan pihak dari luar.

“Ini akan menjadi beban mental bagi anak kami,” tegasnya.
Uang tersebut, harus dikumpulkan oleh NL setiap hari sebanyak Rp40 ribu. Dalam melakukan aksinya ini, NL memaksa temannya memungut uang. “Jadi ada siswa yang dipaksa jadi debt collector,” kata Edi.

Aksi NL terbongkar, setelah salah satu siswa mengadukan perbuatan NL kepada orangtuanya. “Waktu saya tanyakan, anak saya ini keringat dingin. Dia ketakutan. Setelah saya tenangkan, barulah dia membeberkan apa yang terjadi,” kata salah satu orang tua korban dalam rapat itu.

Dari sinilah, kasus tersebut akhirnya dikembangkan. Ternyata banyak juga yang menjadi korban. “Saya tanyakan anak saya kenapa tidak bilang. Anak saya bilang takut ditikam,” kata Dirman, salah satu orang tua siswa.

Para orangtua meminta jaminan keselamatan anaknya mulai dari sekolah hingga tiba di rumah. Karena jika ini masih berlanjut, maka orang tua siswa tidak segan-segan membawa kasus ini keranah hukum.

Sementara itu, perwakilan orang tua NL mengatakan akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan menanyakan langsung kepada NL. Kepala SMPN 1 Palopo, Rasman SPd berjanji akan mengeluarkan siswa tersebut jika kembali mengulangi.

“Saat ini masih dilakukan introgasi terhadap NL mengenai keterlibatannya. Apakah atas keinginan sendiri atau adakah desakan dari luar,” ucapnya.(ara/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top