Bekerja Ditiga Kabupaten – FAJAR sulsel
News

Bekerja Ditiga Kabupaten

TKA Serbu Sulsel

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Sepanjang tahun 2016, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel mencatat jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk dan bekerja di Sulsel sebanyak 100 orang lebih. TKA tersebut teridentifikasi bekerja ditiga kabupaten, yakni Kabupaten Jeneponto sebanyak 87 TKA, Barru 29 TKA dan Sidrap.

Namun, untuk Kabupaten Sidrap belum diketahui jumlahnya. Sebab Disnakertrans baru akan melakukan kunjungan ke perusahaan di daerah tersebut yang memperkerjakan TKA.

Koordinator Fungsional Pengantar Kerja Disnakertrans Sulsel, Syamsi Alang mengatakan, secara umum, TKA yang masuk ke Sulsel hanya menggunakan visa kunjungan dan sosial. Padahal, seharusnya mereka menggunakan visa kerja.

“Kami sudah turun ke Kabupaten Jeneponto, kami temukan 87 TKA yang memiliki Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) dengan 17 jabatan. Ini tidak pernah dilaporkan ke kami. Kemudian di Barru 29 TKA yang memiliki IMTA dari Kementerian. Sidrap juga ada, kami akan turun kesana,” katanya.

Kedepan, kata dia, persoalan tersebut akan diatur lebih serius. Bahkan, Disnakertrans rencananya akan menerbitkan edaran kepada semua perusahaan yang intinya mewajibkan perusahaan melaporkan TKA yang masuk.

Ia menambahkan, selama ini pengurusan IMTA memang tidak diterbitkan oleh Disnakertrans, tetapi secara langsung dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Daerah (DKPMD) Sulsel.

Sementara Kasi Pembinaan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnakertrans Sulsel, Nurjaya mengemukakan, sepanjang tahun 2016, masalah ketenagakerjaan di Sulsel masih di dominasi kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari total 244 kasus, sebanyak 222 diantaranya merupakan kasus PHK.

Persoalan ketenagakerjaan, lanjut dia, terdapat empat jenis perselisihan. Yakni, perselihan hak, kepentingan, PHK dan perselisihan antar serikat pekerja.

“Jumlah kasus selama 2016 lalu sebanyak 244 yang meliputi tiga perselisihan. Dominan dari kasus PHK sebanyak 222. Khusus PHK memang lebih banyak di Kota Makassar,” ungkapnya, kemarin.

Menurut Nurjaya, tindakan penyelesaian untuk kasus tersebut dilakukan mediator dan kerjasama dengan tim pengawas ketenagakerjaan.

Khusus perluasan dan pengembangan kesempatan kerja, Sekretaris Disnakertrans Sulsel, Ashari Aras menambahkan, sejauh ini pihaknya tengah melakukan pembinaan kelompok usaha mandiri, pemberdayaan wirausaha tenaga kerja produktif, pendataan informasi pasar kerja, pameran bursa kerja daerah dan pelayanan bursa kerja online.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), ditargetkan 500 ribu lapangan kerja baru hingga tahun 2019 mendatang. “Hingga saat ini sudah dibuka 380 ribu lapangan kerja baru, dan kami optimistis bisa mencapai target yang diberikan,” ujarnya.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top