Dinilai Berpihak, SK-HD Pidanakan CRC – FAJAR sulsel
News

Dinilai Berpihak, SK-HD Pidanakan CRC

Pilkada Takalar

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Tim pemenangan pasangan Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re atau H. De’de (SK-HD) mengajukan gugatan pidana kepada Lembaga Survei Celebes Reaserch Center (CRC). Senin (13/2) hari ini, tim SK-HD melaporkan CRC ke Polda Sulsel.

Selain gugatan pidana, SK-HD juga melaporkan CRC ke Dewan Kehormatan Asosisasi Lembaga Survei. Hal itu ditegaskan penasihat hukum pasangan SK-HD, Ahmad Baskam, Minggu (12/2) kemarin.

Menurut Baskam, CRC melanggar Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2015 tentang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Dimana, dalam Pasal 43 ayat 1 huruf e PKPU tersebut menyebutkan, lembaga survei tidak boleh berpihak, menguntungkan, atau merugikan peserta Pilkada. Lembaga survei juga tidak boleh mengganggu tahapan Pilkada, tetapi harus meningkatkan partisipasi masyarakat secara luas, mendorong terwujudnya suasana kondusif, aman, tertib, dan lancar.

“Lembaga CRC sepengetahuan kami adalah lembaga yang menjadi konsultan pemenangan atau tim sukses dari tim kandidat nomor 1, sehingga dalam pengambilan sikap dan pengumumannya tidak akan netral,” jelasnya.

Lebih jauh, Baskam menambahkan, CRC telah melakukan pelanggaran dengan tidak menunjukkan sumber dana untuk melakukan survei Pilkada Takalar.

“Besok (Hari ini) kami akan memasukkan laporan di Polda terkait sikap CRC yang telah merilis hasil surveinya yang kami anggap sudah melanggar aturan. Termasuk ke Panwaslu,” tegasnya.

Ketua Tim Pemenangan SK-HD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ariyadi Arsal menjelaskan, pihaknya memiliki data survei dari lembaga survei kredibel serta sensus pemilih dengan metodologi yang sama.

“Namun dengan jumlah sampling yang jauh lebih besar, hasilnya jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh CRC. Data yang kami miliki menunjukkan bahwa tim kami justru berpeluang memenangkan Pilkada Takalar, apalagi kandidat hanya dua pasang dan melawan Petahana,” tandasnya.

Ariyadi pun menduga CRC telah melakukan manipulasi data dalam hasil yang dipublis di media. Kemudian sengaja membuat opini untuk memberikan keuntungan kepada kandidat yang menjadi sponsor pembiayaan lembaganya.

“CRC telah melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan dengan menjadikan kondisi tidak kondusif di Takalar di masa tenang ini dan berpotensi mengurangi partisipasi pemilih,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer yang dimintai tanggapannya mengklaim bahwa apa yang disampaikan pihaknya sesuai dengan apa yang ditemukan di lapangan. “Publikasi survei tidak bertujuan memperkeruh tapi bagian dari memberikan informasi kepada publik,” katanya.(and/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top