http://upeks.fajar.co.id/2017/02/13/38765/ – FAJAR sulsel
News

http://upeks.fajar.co.id/2017/02/13/38765/

Bahrul ulum Ilham Konsultan PLUT KUMKM Sulsel

Keberadaan dan peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia sangat penting dalam perekonomian nasional. Selama ini UMKM telah berperan dalam penyerapan tenaga kerja, pemberian pelayanan ekonomi yang luas kepada masyarakat, proses pemerataan, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Disisi lain, berbagai masalah dan tantangan masih menyelimuti para pelaku UMKM yang membutuhkan penanganan yang menyeluruh dan melibatkan sinergi di antara berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Penguatan UMKM ini perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing dan nilai tambah.

Upaya penguatan tersebut difokuskan pada penanganan masalah dan tantangan yangbersifat internal maupun eksternal. Secara internal beberapa masalah yang dihadapi pelaku UMKM meliputi kapasitas SDM, pembiayaaan serta pengelolaan usaha dan pemasaran. Demikian juga UMKM kita seringkali harus menghadapi mekanisme pasar yang tidak seimbang serta struktur pasar yang berlapis.

Dalam pemberdayaan UMKM seluruh stakeholder harus terlibat dan terus bergandeng tangan. Peran pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, disamping harus juga ada keinginan yang kuat dari pelaku UMKM agar bisa naik kelas melalui inovasi dan kreatifitas dalam pengembangan usahanya.Karena itu program pengembangan UMKM tidak bisa terlepas dari kerjasama multipihak yang berkolaborasi satu sama lain untuk saling melengkapi dan mempercepat pengembangan UMKM.

Salah satu model kerjasama yang bisa diwujudkan adalah kerjasama yang terdiri dari akademisi, bisnis,komunitas, pemerintah dan media atau yang dikenal dengan sinergi pentahelix.

Sinergi adalah sebuah proses dimana interaksi dari dua atau lebih agen atau kekuatan akan menghasilkan pengaruh gabungan yang lebih besar dibandingkan jumlah dari pengaruh mereka secara individual (Deardorff dan Williams, 2006). Hal senada dikemukakan oleh R Stephen Covey, bahwa sinergi adalah hasil keseluruhan dari penjumlahan elemen-elemen yang terlibat, memberikan dampak dahsyat yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil penjumlahan total dari masing-masing elemen yang berdiri sendiri (The total is bigger than the sum of its parts).

Pentahelix melibatkan akademisi terdiri dari unsur mahasiswa, dosen, peneliti dari berbagai perguruan tinggi. Sektor bisnis melibatkan pengusaha dan asosiasi pengusaha ataupun asosiasi profesi semua bidang. Komunitas meliputi komunitas kreatif, lembaga donor, pendamping UMKM dan masyarakat secara luas, serta media lokal cetak, elektronik maupun online.

Perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan teknologi (center of excellence) memiliki posisi strategis karena mampu melahirkan inovasi di berbagai bidang. Akademisi di perguruan tinggi memiliki kemampuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Ipteks) serta memiliki kemampuan menganalisa apa yang dibutuhkan UMKM untuk tetap eksis.

Adapun pebisnis dengan bekal pengalaman, jaringan, dan sumber daya yang dimiliki, berpeluang menjadi mitra usaha produktif bagi UMKM. Pebisnis dan dunia usaha secara luas juga dapat menyampaikan/memenuhi kebutuhan-kebutuhan untuk mendukung kegiatan dunia usaha dan UMKM. Pemerintah dengan kekuatan regulasi, jaringan/perwakilan di hampir semua negara di dunia, bisa melindungi sekaligus sebagai inisiator dan motivator terbukanya peluang pasar baru bagi produk UMKM.Selain itu, pemerintah, berfungsi sebagai fasilitator dan enabler kepada semua stakeholder yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dalam pemberdayaan UMKM.

Adapun media berperan untuk mensosialisasikan peran UMKM atau mempromosikan usaha-usaha yang dikembangkan UMKM, serta hadir dengan wacana yang sehat untuk kepentingan publik, mencerahkan dan mencerdaskan. Sementara komunitas menjadi wadah untuk menjembatani unsur-unsur kesamaan minat dan pola pikir sehingga memudahkan sinergi, berbagi inspirasi dan menyampaikan aspirasi, dan secara luas masyarakat adalah konsumen sekaligus sebagai penyedia Sumber Daya Manusia (SDM), bisa mengambil peran berpartisipasi untuk tetap setia dalam menggunakan produk UMKM.

Sinergi pentahelix makin dirasakan urgensinya seiring kemajuan teknologi digital yang mendorong transformasi di berbagai bidang kehidupan. Beragam produk baru akan dihasilkan dari kreativitas dan inovasi yang terus berjalan, yang harus disikapi sebagai tantangan untuk menumbuhkan berbagai peluang bagi peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM.

Sinergi pentahelix meniscayakan hadirnya berbagai wadah dan ruang, apakah melalui event, komunitas atau tempat yang mampu memfasilitasi komponen akademisi, bisnis,komunitas, pemerintah dan media saling bertemu, berinteraksi dan saling bertukar informasi dan ide mengenai pemberdayaan UMKM. Perlu didorong pula hadirnya forum UMKM mulai dari tingkat kecamatan sampai provinsi yang mendorong keterlibatan multipihak dalam proses perencanaan dan implementasi pemberdayaan UMKM yang sifatnya berkelanjutan.

Sudah saatnya semua pihak menerapkan kerja sama lintas sektoral guna mengembangan daya saing UMKM antara lain dengan menstimulasi dan memfasilitasi upaya terpadu, fokus dan sinergis. Selain itu diperlukan perubahan paradigma dalam memainkan peran pemerintah yang lebih ditekankan pada peran fasilitatif-katalistik, yang akan diterapkan dengan melaksanakan kegiatan secara kemitraan dengan stakeholder. Semoga upaya membangkitkan dan menggerakkan UMKM tidak sebatas jargon belaka. (**)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top