Minyak Jelantah Dijual Bebas di Pasar Tradisional – FAJAR sulsel
News

Minyak Jelantah Dijual Bebas di Pasar Tradisional

Timbulkan Kanker dan Stroke

MAKASSSR,UPEKS.co.id — Minyak goreng jelantah atau minyak bekas dan minyak goreng curah disinyalir beredar luas di pasar-pasar se Kota Makassar.

Kabid Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Makassar, Sri Rejeki mengatakan, pihaknya tidak berani menyebutkan minyak goreng yang beredar tersebut sebagai minyak jelantah.

“Dinas Perdagangan mengawasi dari segi peredaran. Berbeda jika sudah ada pernyataan dari Dinas Kesehatan atau BPOM, maka baru dilarang peredarannya, tidak bisa bilang minyak jelantah, jangan sampai salah,” kata Sri, Minggu (12/2/2017).

Dinas Perdagangan, terang Sri, pernah melakukan sosialisasi terhadap minyak curah. Produsen atau distributor minyak curah diharuskan melengkapi produknya dengan kemasan yang baik dan diberikan label.

Kemasan yang baik dan label sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan. Karena itu, lanjut Sri, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan kandungan yang diduga minyak jelantah tersebut.

“Minyak goreng begitu pasti lebih murah karena daur ulang, karena itu konsumen juga harus lebih waspada,” himbau Sri.

Kabag Humas Gema Nusa Foundation, Irwan Thahir, mengatakan, pihaknya melakukan survei di Pasar Daya Makassar sejak Oktober 2016 lalu. Surveinya menemukan 83% pedagang kembali menjual minyak jelantah.

“Orang seenaknya menjual karena tidak ada regulasi yang atur. Harganya juga lebih murah sehingga konsumen tertarik, sekitar Rp3-5 ribu per liter,” kata Irwan di Kedai Kita, Jl Landak, Sabtu (11/2/2017).

Lanjut Irwan, yayasan yang juga bergerak di bidang kesehatan ini mengingatkan bahaya konsumsi minyak jelantah. Konsumsi minyak bekas ini bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti kanker, hipertensi, stroke dan penyakit lainnya.

Karena itu, Gema Nusa Foundation berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melakukan inspeksi mendadak terhadap pelaku usaha yang menghasilkan limbah minyak goreng. (rul/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top