Parangi Tokoh Masyarakat To’Pongo, Pemuda Mabuk Dimassa, TEWAS – FAJAR sulsel
News

Parangi Tokoh Masyarakat To’Pongo, Pemuda Mabuk Dimassa, TEWAS

* Peristiwa Berdarah di Lamasi, Kapolres Luwu Ambil Alih Pengamanan

WALMAS — Kondisi memang sudah kondusif. Namun, Kapolres Luwu AKBP Ahmad Yanuari Insan mengambil alih pengamanan di Kecamatan Lamasi. Polisi bersenjata lengkap dibantu anggota TNI masih berjaga-jaga di daerah tersebut.

Ini dilakukan pasca dua rentetan peristiwa berdarah di Dusun To’Pongo. Salah seorang tokoh masyarakat setempat diparangi, lalu pemuda mabuk tewas dimassa.

Nardi, nama pemuda tersebut. Usianya 35 tahun. Ia berasal dari Dusun Langsak Tallu, Desa Awo Awo Gading, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu. Ia tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
Katanya, pemuda pengangguran ini dimassa oleh warga dan keluarga dari tokoh masyarakat yang sempat diparangi Nardi.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat 10 Februari 2017, pukul 21:00 Wita.
Menurut informasi, aksi brutal ini dipicu ulahnya sendiri. Katanya, Nardi memarangi Saenuddin, 55 tahun, salah seorang tokoh masyarakat To’Pongo. Saenuddin mengalami luka serius di bagian kepala dan punggung akibat tebasan parang.

Saat melakukan aksinya, Nardi diduga dipengaruhi minuman keras. Ia diduga dalam keadaan mabuk. Pasalnya, sebelum memarangi warga setempat, Nardi sempat minum minuman beralkohol di rumah warga bernama Pak Tuku, 60 tahun. Dalam kondisi mabuk itulah, Nardi berteriak-teriak menyebut kata kotor saat akan kembali ke rumahnya.

Mendengar ada anak muda berkata tak senonoh, hati sebagai seorang tokoh masyarakat tentu tergerak. Ia harus mengingatkan anak muda yang nota benenya sebagai generai pelanjut bangsa. Ia keluar dari rumahnya. Pria berusia 55 tahun ini menegur Nardi agar tidak berkata kotor. Bukannya diam, Nardi malah tersinggung dan tidak menerima teguran itu.

Nardi langsung pulang ke rumahnya mengambil parang. Tak lama kemudian, Nardi datang lagi dan menemui Saenuddin. Tak banyak bicara, Nardi langsung menebas Saenuddin. Tebasan parang diarahkan di bagian kepala dan punggung.

Saudara dan anak dari Saenuddin yang melihat hal itu naik pitam. Mereka pun ramai-ramai mengambil batu dan mengarahkannya ke kepala Nardi. Nardi dikeroyok hingga meregang nyawa di tempat kejadian.

Setelah Nardi tewas, Saenuddin yang mengalami luka terbelah di bagian kepala sebelah kiri dan di bagian punggung dibawa ke RSUD Rampoang untuk mendapatkan perawatan medis.

Malam itu, Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insan, memimpin langsung pengamanan di dusun tersebut. Kurang lebih 70 personil gabungan TNI dan Polri di Dusun To’Pongo. Itu untuk mencegah aksi balasan dari dusun sebelah. Para pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan diciduk satu per satu.

Kapolres Luwu, Ahmad Yanuari, melalui Kapolsek Lamasi, AKP Marthen, mengatakan, kasus tersebut diambil alih oleh Res Krim Polres Luwu. “Sudah ada lima pelaku yang ditangkap. Para pelaku ini adalah saudara dan anak dari korban Saenuddin,” katanya.

Menurutnya, para pelaku sudah tertangkap 1 X 24 jam. “Ada yang ditangkap di Dusun To’Pongo, ada juga yang dijemput di rumah sakit,” sebutnya. Lanjut dia, kejadian ini bermula dari ketersinggungan.

Terpisah, Danramil 1403/07 Walenrang, Kapten Inf Waskito yang juga dimintai keterangannya, mengatakan, malam itu, babinsa di enam wilayah koramil diturunkan untuk membantu pengamanan. Termasuk danramil juga ikut serta.

“Pengamanan dilakukan oleh TNI dan Polri. Ada dari Polres Luwu, Polsek Lamasi, Polres Walenrang dan anggota Brimob Baebunta. Khusus TNI yang turun adalah personil dari Koramil Walenrang,” kata Danramil.

Menurut informasi, Nardi sudah dikebumikan. Aparat keamanan berjaga-jaga di dua dusun. Itu untuk mencegah aksi balasan. (ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top