Tersigkir, Roberts Evaluasi Pouya Hosseini – FAJAR sulsel
News

Tersigkir, Roberts Evaluasi Pouya Hosseini

Target PSM Makassar melangkah ke babak kedua tidak kesampaian setelah anak asuhan Roberts Rene Albert ini mengalami kekalahan 1-2 dari Persela Lamongan Pila Presiden Minggu (13/2) kemarin. PSM tunduk dari Persela Lamongan 2-1 di Group C.

Kekalahan ini membuat pelatih kepala Robert Rene Albert langsung melakukan evaluasi, utamanya line depan yang dimotori Pouya Hosseini. Meski mencetak gol, namun pemain berkebangsaan Iran ini tetap akan dievaluasi.

Hal itu dibenarkan Pelatih Kepala PSM Makassar, Roberts Rene Albert. Namun, dia menilai, hasil ini tidak terlalu penting. “Kita sudah memainkan dua pertandingan dan tidak ada yang cedera. Kualitas pertandingan menurut saya kurang bagus, sebab banyak kesalahan,” ujarnya.

Dia mengaku heran dengan sepak bola di Indonesia. “Baru saja melakukan pra-musim, tiba-tiba kita melakukan pra-musim secara otomatis akan merusak program latihan kita menatap Liga sesungguhnya,” kata Roberts saat dihubungi Upeks kemarin.

Ditanya mengenai pemain seleksi Arthur Irwan, menurutnya pemain tersebut merupakan pemain yang potensial. Hanya saja belum siap main terlalu lama.

“Pouya Hosseini saya akan evaluasi. Saya tidak menilai hanya melihat dari golnya tetapi juga kontribusi yang lebih kepada tim,” katanya.

Jalannya pertandingan semenjak wasit meniup peluit panjang tanda dimulainya pertandingan PSM kontra Persela Lamongan di stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, kedua tim mulai jual beli serangan.

Memasuki menit ke 18, pemain asing Pouya Hosseini berhasil menjebol gawang Persela Lamongan melalui sundulan kepalanya dengan memanfaatkan krosing Hendra Wijaya dari luar kotak penalti. hingga babak pertama telah usai PSM unggul dengan skor 1-0.

Memasuki babak kedua, Persela Lamongan menurunkan skuad terbaiknya demi mengejar ketinggalan. Alhasil menit 73, Nur Hardianto merobek jala gawang Juku Eja. Tak berselang lama, pada menit 81, Hardianto kembali mencetak gol keduanya sekaligus mengubur langka PSM melaju ke babak selanjutnya.

Beberapa gol dan peluang dari Persela terbukti banyak tercipta dari lini kiri dan kanan PSM yang diperkuat Zulkifli Syukur.
Masuknya beberapa pemain baru anak asuhan Herry, membuat PSM tak bisa membendung kekuatan dan kecepatan dari striker Persela, salah satunya Ivan Carlos.

Atas hasil ini, PSM resmi terdepak dari Piala Presiden karena sudah dua kali kalah. Adapun Robert, sebelum berlaga beberapa kali menekankan kalau Piala Presiden dianggapnya bukanlah pertandingan yang begitu penting untuk dimenangi. Dia bahkan menganggap kalau Piala Presiden adalah tempat untuk meracik tim agar lebih padu lagi.

Terbukti, beberapa pemain bintangnya sengaja disimpan di Makassar untuk berlatih. Mereka semua, dipantau oleh Imran Amirullah dan Syamsuddin Batola. (edo).

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top